Minggu, 04 November 2018 11:34 WITA

ASN Curi 34 Tabung Gas, Polisi Hadiahi Timah Panas Kiri Kanan

Penulis: Junaedi
Editor: Aswad Syam
ASN Curi 34 Tabung Gas, Polisi Hadiahi Timah Panas Kiri Kanan
Keempat pelaku saat diamankan, setelah mencuri 34 tabung gas.

RAKYATKU.COM, PINRANG -- Team Crime-Fighters Unit Resmob Polres Pinrang, mengamankan empat pelaku pencurian dengan pemberatan, Minggu (4/11/2018) dinihari, di Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang. Pencurian terjadi pada Kamis (13/10/2016) di Jalan Lasinrang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Salah seorang pelaku adalah Takdir (43), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Yang lainnya, Syahrir (33) seorang tukang batu, Ahmad Yani (34), dan Muh. Yasin (18). Mereka ditangkap dengan dasar penangkapan LP/423/X/2016/ SPKT/ Res Pinrang, 13 Oktober 2016, dengan korban atas nama St Fatimah.

Penangkapan berawal dari keterangan Muh Yasin, yang sebelumnya diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Manggala. Selanjutnya tim dipimpin Kanit Resmob Polres Pinrang, Bripka Aris, menjemput pelaku dan membawa ke Polres Pinrang, guna diinterogasi lebih lanjut.

Dari hasil introgasi terhadap Muh Yasin, dia mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian tersebut. Dia bersama rekannya masuk ke dalam pekarangan rumah korban dengan cara memanjat pagar. Selanjutnya melakukan pencurian tabung ukuran 3 Kg sebanyak 34 buah, dan mengangkut dengan menggunakan gerobak ke rumah Takdir. 

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Suardi mengatakan, saat dilakukan pengembangan untuk menunjukkan TKP, dalam perjalanan pelaku memberontak dengan cara mendorong dan melawan petugas. Mereka berusaha melarikan diri, sehingga anggota memberikan peringatan dengan suara, namun tidak diindahkan.

"Sudah diberikan tembakan peringatan namun tidak dipedulikan. Sehingga kita lumpuhkan dengan menembak kaki pelaku, agar tidak melawan dan berusaha kabur," jelas Suardi.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Puskesmas terdekat, untuk mendapatkan perawatan medis. Kemudian, pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Pinrang, guna proses hukum lebih lanjut.