Sabtu, 03 November 2018 16:32 WITA

Kalah di Pilgub, Ini Alasan Nurdin Halid Tetap Pimpin Golkar Sulsel

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Kalah di Pilgub, Ini Alasan Nurdin Halid Tetap Pimpin Golkar Sulsel
Nurdin Halid (kedua dari kiri) saat meresmikan posko pemenangan Irwan Muin, Sabtu (3/11/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Nurdin Halid tetap fokus memimpin Partai Golkar Sulsel meski kalah dalam Pilgub Sulsel. Nurdin Halid memang awalnya mengambil alih kendali Partai Golkar Sulsel menjelang pergantian gubernur dan wakil gubernur.

Saat itu, jabatan Nurdin Halid sebagai ketua harian DPP Golkar. Bukannya kembali ke DPP Golkar di Jakarta, Nurdin Halid tetap bolak-balik mengurusi partai beringin di Sulsel.

"Kenapa saya tetap bertahan di Sulsel, mengorbankan kepentingan secara nasional, bukan karena gagal di Pilgub. Saya justru sebaliknya, menunjukkan konsistensi saya berjuang. Bukan hanya sebagai kendaraan," kata Nurdin Halid usai meresmikan posko pemenangan caleg provinsi Dapil Sulsel 1, Irwan Muin, Sabtu (3/11/2018).

Nurdin Halid mengakui, tekadnya untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel. Itu salah satu alasan utamanya, tidak mau buru-buru meninggalkan Partai Golkar Sulsel.

"Inilah kemudian saya memilih membangun Sulsel menjadi lumbung suara Golkar. Sekarang Sulsel bukan lumbung Golkar. Ini yang mau saya kembalikan," tambahnya.

Mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel, diakui Nurdin bukan hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dilalui untuk mewujudkan keinginan tersebut.

"Minimal kembalikan ke 35 persen. Sekalipun tantangannya berat. NH itu tantangannya semakin berat, semakin saya suka," lanjutnya.

Di sisi lain diakui NH, ada hal yang membuat Partai Golkar optimis bisa mengembalikan kejayaannya di Sulsel. Hal itulah yang sudah disampaikan Nurdin kepada para anggota Fraksi Partai Golkar, tentang tantangan dan peluang menjadikan Sulsel sebagai lumbung suara Golkar.

"Saya mengatakan bahwa Golkar itu tidak hanya punya nama. Tapi punya pengalaman dan jasa, yang belum dimiliki partai lain. Partai Golkar adalah partai tertua di Indonesia, yang paling berpengalaman dalam membangun bangsa dan negara," katanya.