Jumat, 02 November 2018 21:29 WITA

Tak Semua Perusahaan Mampu Penuhi UMP 2019, Apindo: Siap-siap Munculkan Pengangguran

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Tak Semua Perusahaan Mampu Penuhi UMP 2019, Apindo: Siap-siap Munculkan Pengangguran
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan, Latunreng.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel), Latunreng, menyatakan pihak pengusaha telah menerima nilah Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan pemerintah.

Kendati demikian, Latunreng memprediksi tidak semua perusahaan di Sulsel, mampu memenuhi kenaikan UMP yang mulai diberlakukan Januari 2019 tersebut.

Pemprov Sulsel melalui lDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, resmi mengumumkan penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019. UMP Sulsel 2019 naik menjadi Rp2.860.382. UMP 2018 Sulsel sebesar Rp2.647.767, mengalami kenaikan di UMP 2019 sebesar Rp212.615.

"Kami dari pengusaha jelas tidak bisa mengelak dari Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Tapi tentunya kami akan melihat dari segi komponen biaya. Apakah perusahaan sanggup menerapkan atau tidak," kata Latunreng kepada Rakyatku.com, Jumat (2/11/2018).

Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, pengusaha harus mulai menghitung proyeksi besaran biaya yang harus dikeluarkan jika UMP diterapkan.

Loading...

"Di perusahaan, komponen biaya ada dua yang terbesar. Biaya operasional dan gaji. Nah kalau keduanya digabung terhadap produksi, dan ternyata perusahaan terlihat tidak mampu, maka kita terpaksa harus ambil resiko," ungkapnya.

Konsekuensi terberat, yaitu perusahaan akan memperkecil produksinya dan pastinya bakal berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Kemudian jika ternyata pengurangan jumlah produksi dan tenaga kerja belum bisa mengimbangi daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan, maka langkah terakhir pengusaha yaitu merelokasi perusahaan ke daerah yang upah minimumnya jauh lebih rendah.

"Investasi itukan sangat berat. Bank harus dibayar setiap bulannya. Disisi lain, tidak semua perusahaan mampu dari segi pembiayaan. Sehingga potensi munculnya calon-calon pengangguran harus kita terima," pungkasnya.

Loading...
Loading...