Jumat, 02 November 2018 16:00 WITA

Polemik TP2D Pemprov Sulsel, Kabiro Humas & Protokol: Ada Miskomunikasi

Penulis: Fathul Khair - Nur Izzati
Editor: Mulyadi Abdillah
Polemik TP2D Pemprov Sulsel, Kabiro Humas & Protokol: Ada Miskomunikasi
Devo Khadddafi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi angkat bicara perihal insiden dalam pembukaan sebuah acara Disperindag Sulsel pada awal Senin lalu. 

Acara bernama Celebes Youth Enterpreneur Show dan Sell (Celebes Yess) itu dibuka oleh Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Prof Yusran Yusuf.
 Sejatinya, acara dibuka Kadis Perindag Ahmadi Akil karena wakil gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berhalangan hadir. 

"Terkait kemarin itu, memang ada sedikit miskomunikasi, antar Dinas Perindustrian pada saat pembukaan," kata Devo saat ditemui di Hotel The Rinra, Makassar, Jumat (2/11/2018).

Devo menceritakan, Wakil Gubernur saat itu memang memerintahkan TP2D untuk hadir dalam acara itu. Tujuannya, agar TP2D bisa menyampaikan program-program terkait di bidang perindustrian.

"Jadi waktu itu, kelihatannya Pak Kadis Perindag pada posisi memberikan ruang kepada tim TP2D untuk memberikan arahan," ujarnya.

"Tapi memang pemerintahan ada aturannya. Di sini mungkin ada miss. Kita harus maklumi. Karena Pak Kadis juga mau mendengar masukan-masukan dari TP2D terkait perindustrian," jelasnya.

Makanya Devo berharap, TP2D saat ini terus bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Lagian kata dia, seluruh OPD merasa kerja TP2D yang dilakukan sangat membantu dalam mengarahkan program-program yang akan diwujudkan.

"Jadi intinya adalah hal yang terkait polemik ini, jangan terlalu melebar. Jadi kami sangat berharap, agar berikan waktu untuk TP2D untuk bekerja dulu," harapnya.

Pengalaman Kerjanya Bersama TP2D

Devo Khaddafi pun memberikan tanggapan serta pengalamannya berinteraksi dan bekerjasama dengan TP2D.

Kata dia, tim ini diberikan kesempatan bekerja dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

"Kami sejauh ini dari OPD merasa kerja-kerja yang dilakukan itu sejauh ini masih pada batas yang bisa kami toleransi. Kami merasa juga bahwa tim TP2D, juga membantu kami dalam mengarahkan program yang ada di SKPD," kata Devo. 

Menurutnya, jika selama ini terdapat sedikit penyesuaian-penyesuaian dalam melaksanakan tugas, itu dinggapnya wajar.

Devo juga menanggapi banyaknya pemberitaaan terkait dengan tim ini, yang justru menyerempet pada pribadi Nurdin Abdullah. 

"Jangan kita menyerang pada pribadi orang perorang, padahal yang kita bicarakan adalah sistem pemerintahan," sebutnya.

Selaku Kabiro Humas, Ia menyampaikan bahwa jika ada kritik dialamatkan pada tim ini, mereka siap berdiskusi 24 jam untuk hal-hal yang berhubungan dengan program-program pemerintahan.

Ia mengimbuhkan, polemik yang ada justru membuat OPD merasa terganggu, padahal apa yang dikerjakan bukanlah hal yang mengganggu dan tidak perlu dipersoalkan.

"Intinya kami berharap, agar polemik ini tidak melebar, akhir tujuannya pada kritik membangun dan masukan yang baik. Apalagi, Pak Gub dan Pak Wagub baru satu bulan. Berikan kami kesempatan untuk menjalankan program yang baru satu bulan ini," ujarnya.

Terkait adanya isu bahwa tim ini yang mengatur anggaran di OPD. Devo menanggapi berdasarkan pengalaman yang diperolehnya.

"Yang saya rasakan, tim ini hanya mengarahkan program, tidak sampai mengutak-atik anggaran yang terlalu berlebihan. Kalau pun ada yang ditanyakan, masih pada tataran yang wajar pada tingkat efisiensi, efektivitas dan ketepatan program. Yang saya rasakan belum ada yang mengganggu hingga tingkat anggaran," paparnya.

Ia mencontohkan, pada pada saat penyusunan Pra RKA 2019, oleh tim ini ditanyakan tentang anggaran berapa persen besarnya, kegunaanya dan sasarannya apa. Pada saat itu, Ia juga mendapatkan masukan program apa yang diinginkan oleh gubernur menjadi yang utama serta apa yang ingin dicapai oleh gubernur.

Baginya, pelibatan kontribusi banyak orang pada program yang besar dan baru itu penting.

"Kalau ada yang miss sedikit masih wajar. Tetapi jangan sampai TP2D ini dijadikan musuh bersama. Kita memang sangat berharap ada sinergi antara TP2D dan OPD sehingga ini menjadi tim yang membantu percepatan pembangunan di Sulsel," harapnya.