Jumat, 02 November 2018 11:00 WITA

Kejati Sulsel Mulai Telusuri Kasus Kripik Zaro Snack

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Kejati Sulsel Mulai Telusuri Kasus Kripik Zaro Snack
Zaro Snack khas Palopo.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulsel kini tengah mengusut dugaan kasus penyimpangan dana penyertaan modal produksi kripik Zaro Snack yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Palopo. 

"Saya tentunya sangat mengatensi soal penanganan kasus ini. Tentu saja kasus tersebut akan menjadi perhatian khusus Kejati Sulsel," kata Kajati Sulsel, Tarmizi, Kamis (1/11/2018).

Menurut Tarmizi, penyidik Kejati akan melakukan pengumpulan data dan keterangan untuk menelusuri dugaan penyimpangan tersebut sebelum dinaikkan ke tahap penyelidikan. 

Saat ini, kata Tarmizi, koordinasi sudah dilakukan bersama para petinggi lainnya untuk menentukan langkah apa yang segera diambil dalam mengusut kasus itu. 

"Nanti saya coba memerintahkan anggota saya untuk menelusuri kasus ini," imbuhnya.

Produksi kripik zaro snack di yang dikelola Perusda menggunakan dana APBD pokok Kota Palopo tahun 2015 sebesar Rp14 miliar lebih. Namun, Perusda yang ditunjuk tidak bisa memproduksinya lantaran bangkrut. 

DPRD Kota Palopo sendiri telah menyetujui usulan dana produksi itu yang digelontorkan itu bersumber pada APBD dan APBD-Pokok. Penggelontoran dilakukan secara bertahap. 

Tahap pertama, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp2 miliar yang sumbernya dari APBD pokok tahun 2015. Kemudian berlanjut  mencairkan lagi sebesar Rp1 miliar, melalui APBD perubahan (APBD-P).

Lalu penyertaan modal kembali dilakukan untuk kegiatan pembenahan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), sebesar Rp8.745.477.000 serta pembelian mesin produksi zaro snack senilai Rp2.504.000.000. (Himawan)