Jumat, 02 November 2018 08:15 WITA

Tolak UMP Sulsel 2019, Buruh Ancam Unjuk Rasa

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Tolak UMP Sulsel 2019, Buruh Ancam Unjuk Rasa
Ketua KSBSI Sulsel, Andi Mallanti

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulsel menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp2.860.382. 

Angka ini sebenarnya naik Rp212.615 dibandingkan UMP tahun 2018 Sulsel yang sebesar Rp2.647.767. Namun, buruh menganggap persentase kenaikannya sangat kecil.

KSBSI Sulsel memandang, kenaikan UMP itu, sangat kecil dibandingkan dengan peningkatan ekonomi Sulsel yang berada di atas rata-rata nasional. Sebagai bentuk penolakannya, Ketua KSBSI Sulsel, Andi Mallanti mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa. 

"Mungkin kita akan melakukan gerakan aksi di jalan. Menolak keputusan gubernur tersebut soal kenaikan UMP," kata Andi Mallanti, Jumat (2/11/2018).

Dikatakan Andi Mallanti, untuk menggelar aksi unjuk rasa itu, pihaknya berencana untuk segera melakukan konsolidasi bersama para buruh yang tergabung dalam KSBSI.

"Ini kita belum pastikan kapan aksinya. Tetapi ini masih tahap konsolidasi yang ada di Sulsel," tambahnya.

loading...

Selain aksi unjuk rasa, pihaknya juga akan membawa keputusan Pemprov Sulsel ini ke ranah hukum. Langkah ini menurut dia, memungkinkan untuk dilakukan.

"Karena upaya hukum ini, itu terkait keputusan pejabat yang akan digugat ke Pengadilan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," tegasnya.

Ia merasa, keputusan gubernur Sulsel yang hanya menaikkan 8,03 persen UMP Sulsel, sangat merugikan para buruh. Di sisi lain, keputusan ini dianggap Andi Mallanti menguntungkan para pengusaha.

"Saya melihat kepedulian pak gubernur kurang terhadap buruh. Ini berpihak dan menguntungkan pengusaha," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...