Kamis, 01 November 2018 23:02 WITA

Pasca Gempa, Pemkab Sigi butuh Rp600 Miliar untuk Pemulihan

Penulis: M. Qadri
Editor: Adil Patawai Anar
Pasca Gempa, Pemkab Sigi butuh Rp600 Miliar untuk Pemulihan

RAKYATKU.COM, SIGI – Gempa yang berkekuatan 7,7 SR yang terpusat di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, menyebabkan wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala terdampak guncangan gempa yang disertai tsunami dan likuefaksi.

Di Kabupaten Sigi yang jarak dari titik gempa capai 131 KM, menyebabkan terjadinya likuefaksi di Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru dan 15 kecamatan di Kabupaten Sigi mengalami rusak parah. Hal tersebut menyebabkan ribuan pemukiman warga rusak parah dan menimbulkan banyaknya korban jiwa dan luka-luka.

Bupati Sigi Moh. Irwan Lapatta mengatakan, akibat gempa yang menyebabkan likuefaksi di wilayah Sigi mengalami kerusakan pada jalan, pemukiman warga, infrastruktur perkantoran, rumah ibadah, kawasan perekonomian dan sekolah.

“Untuk memperbaiki secara keseluruhan infrastruktur di wilayah Sigi, pemda membutuhkan anggaran yang cukup besar, yang mana perkiraan dana yang dibutuhkan capai Rp 600 miliar, untuk pemulihan pekerjaan paling cepat dua tahun ke depan,” tegas Irwan, Kamis (1/11/2018).

Bagi Irwan, Pemda Sigi mengharapkan mendapatkan bantuan dari pusat dan Pemerintah Provinsi Sulteng untuk mendorong dan memudahkan dalam pemulihan infrastruktur akibat gempa dan likuefaksi serta memudahkan untuk mendistribusikan bantuan logistik untuk daerah yang terpencil. 

Untuk data sementara, dari 15 kecamatan di Kabupaten Sigi, semua mengalami kerusakan insrastruktur, 11 diantaranya kecamatan mengalami rusak parah.