Kamis, 01 November 2018 20:37 WITA

Pasca Gempa di Sulteng, Mentan Sebut Daerah Parigi Moutong Unik

Penulis: M. Qadri
Editor: Adil Patawai Anar
Pasca Gempa di Sulteng, Mentan Sebut Daerah Parigi Moutong Unik

RAKYATKU.COM, PARIGI - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Parigi Moutong, Syamsurizal Tambolotutu melakukan panen raya padi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (1/11/2018). Panen raya padi ini, dipusatkan di Desa Palapi, Kecamatan Kasimbar seluas 420 ha. 

Pasca terjadinya gempa yang terpusat di Palu, Sulawesi Tengah juga berdampak guncangan yang cukup keras di wilayah tetangga, yaitu Kabupaten Parigi Moutong. Namun, Ada luas sawah padi di Kabupaten Parigi Moutong yang mencapai 32 ribu ha, tidak berpengaruh pada agroklimat di wilayah tersebut.

“Ada sesuatu yang unit di Parigi Moutong. Agroklimat tidak pernah kering. Walapun sebelumnya telah terjadi gempa yang cukup keras. Kami baru pulang dari Taiwan, Vietnam petaninya kaya. Coba lihat negara lain hanya diberikan cahaya 6 bulan, tapi hasil pertaniannya bisa ekspor. Tapi disini petaninya pun hebat. Habis panen langsung tanam, bisa penuhi beras ke kabupaten tetangga bahkan ke Papua,” kata Amran.

Amran menyebutkan, bantuan yang diberikan komplit sesuai kebutuhan petani. Diantaranya benih padi, jagung, alat mesin pertanian seperti escavator, traktor roda empat, combine harvester. 

Pada panen raya padi ini, besarnya bantuan yang diberikan Kementan yakni benih padi 1 ton, jagung 300 kg, benih perkebunan untuk Provinsi Sulteng 1.738.750 juta batang, benih perkebunan 500 ribu batang untuk Parigi Moutong. Kementan pun memberikan bantuan berupa traktor roda 4 sebanyak 4 unit, escavator besar 1 unit dan alat pengering padi (dryer) 1 unit.

“Potensi pertanian di Parigi Moutong ini luar biasa. Kabupaten ini bisa menjadi lumbung pangan Sulteng. Selain padi, kita juga kembangkan bawang putih seluas 100 ha,” tandas Amran.

Sementara Bupati Parigi Moutong, Syamsurizal Tambolotutu mengatakan, meskipun Sulteng sedang mengalami bencana gempa dan tsunami, tetapi Kabupaten Parigi Moutong tetap melakukan panen raya padi. Namun demikian, panen padi di Parigi Moutong berlangsung terus menerus karena air tersedia sepanjang musim sehingga setelah panen langsung dilakukan tanam.

“Hari ini kita buktikan, Parigi Moutong produksi berasnya bisa dipenuhi sendiri bahkan surplus. Habis panen petani lanjut tanam. Jadi panen tiada henti di sini,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Provinsi Pertanian Sulteng, realisasi tanam padi Oktober-Maret 2018 di Kabupaten Parigi Moutong per tanggal 31 Oktober seluas 5.062 ha. Sementara realisasi tanam padi di Provinsi Sulteng seluas 12.987 ha. 

Selain Parigi Moutong, kabupaten di Sulteng yang saat ini sedang melalukan panen padi yakni Luwuk dan Touna.