Kamis, 01 November 2018 19:26 WITA

15 Kecamatan di Sigi Terisolir, Antrian Panjang Terjadi di Jalan Poros Kulawi

Penulis: M. Qadri
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
15 Kecamatan di Sigi Terisolir, Antrian Panjang Terjadi di Jalan Poros Kulawi

RAKYATKU.COM, SIGI - Pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, 15 kecamatan di Kabupaten Sigi mengalami kerusakan total pada infrastruktur jalan hingga perkantoran dan pemukiman rumah warga.

Di Kecamatan Kulawi, ada terdapat puluhan titik lokasi longsor yang menutupi badan jalan hingga jalur poros Palu-Kulawi. Akibatnya, distribusi bantuan bagi korban bencana alam masih terhambat.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi langsung mengarahkan sejumlah alat berat untuk melakukan pekerjaan. Bahkan, sistem buka tutup jalan juga diberlakukan. 

“Sebelumnya, bantuan untuk korban gempa di Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Pipikoro kami distribusikan melalui jalur udara, namun karena sudah adanya pekerjaan untuk jalur darat, bantuan terus didistribusikan walapun jalan masih sangat susah dilalui,” kata Bupati Sigi Moh. Irwan Lapatta, Kamis (1/11/2018).

15 Kecamatan di Sigi Terisolir, Antrian Panjang Terjadi di Jalan Poros Kulawi(Jadwal sistem buka tutup jalan)

Sementara itu, Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri menegaskan, penjagaan terpaksa diperketat pada tiap sisi. Hal tersebut demi menjaga keselamatan pengendara saat melintasi jalur yang sedang dalam perbaikan.

“Jurang yang begitu terjang pada sisi kanan jalan dan tebing pasir pada sisi kiri. Belum lagi jalan sangat kecil dan sangat membahayakan pengendara ketika terjadinya guncangan,” ungkap Wawan.

Salah seorang relawan kemanusiaan, Roman mengatakan, pihaknya harus menunggu kurang lebih 5 jam, untuk bisa melintasi jalur Kecamatan Kulawi.

“Saya bersama tim harus ikut antrian panjang. Dan kami juga harus mengutamakan kesalamatan dalam mendistribusikan bantuan untuk korban gempa,” tutur Roman.