Kamis, 01 November 2018 17:34 WITA

Buruh Minta UMP Sulsel di Atas 8,03%, Disnaker: Tak Ada Peluang

Penulis: Fathul Khair
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Buruh Minta UMP Sulsel di Atas 8,03%, Disnaker: Tak Ada Peluang
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulsel, Agustinus Appang. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulsel, Agustinus Appang mengatakan, pihaknya harus mengikuti peraturan pemerintah terkait angka kenaikan UMP sebesar 8,03%.

"Sesuai PP nomor 78 itu, tidak ada peluang kenaikan UMP di atas 8,03 persen," kata Agustinus, Kamis (1/11/2018).

Agustinus menanggapi masukan kelompok buruh di Sulsel, yang menginginkan agar kenaikan UMP di atas 8,03%. Katanya, Pemprov Sulsel harus mengikuti peraturan pemerintah dan undang-undang terkait pengupahan.

"Ada di amanat perundang-undangan. Perhitungan UMP itu mengacu di tingkat inflasi nasional dan PDB. Jadi memang harus 8,03 persen," tambahnya.

loading...

UMP Sulsel tahun 2019 naik menjadi Rp2.860.382 rupiah. Menurut Agustinus, penetapan kenaikan UMP ini, berdasarkan undang-undang 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan pasal 89 ayat (3). Dan Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015.

Dan surat Menteri Ketenagakerjaan perihal penyampaian data tingkat inflasi dan pertumbuhan domestik bruto. Tingkat inflasi nasional sebesar 2,88% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15%. Dengan demikian kenaikan UMP berdasarkan data tersebut sebesar 8,03%.

"UMP Sulsel ini mulai berlaku 1 Januari 2019," pungkasnya.

Loading...
Loading...