Rabu, 31 Oktober 2018 22:35 WITA

Pemprov Sulsel Tetapkan UMP 8,03 Persen, Serikat Buruh Minta 20 Persen

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Pemprov Sulsel Tetapkan UMP 8,03 Persen, Serikat Buruh Minta 20 Persen
Andi Mallanti

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemprov Sulsel akan mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel tahun 2019, Kamis (1/11/2018). Kenaikan UMP berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2018 sebesar 8,03 persen.

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulawesi Selatan (Sulsel), menolak besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 yang ditetapkan pemerintah 8,03 persen. Mereka menganggap, kenaikan itu terlalu sedikit dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

"Idealnya 20 persen kenaikannya. Kan perhitungannya mengacu pertumbuhan ekonomi nasional dan inflasi. Padahal pertumbuhan ekonomi Sulsel lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ketua KSBSI Sulsel, Andi Mallanti kepada Rakyatku.com, Rabu (31/10/2018).

Dengan alasan itu, kata Andi Mallanti, SBSI Sulsel meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menetapkan UMP Sulsel di atas angka 8,03 persen. Angka itu menurutnya, masih sangat rendah dan merugikan buruh di Sulsel.

loading...

"Oleg karena itu, Pak Gubernur harus berani menetapkan UMP di atas itu. Kalau memang Pak Gubernur betul-betul mau melindungi dan punya perhatian buruh di Sulsel. Jangan menetapkan 8,03 persen, di atasnya itu," lanjut Andi Mallanti.

Jika angka sebesar itu merugikan buruh kata dia, di sisi lain, keputusan itu justru menguntungkan para pengusaha.

"Padahal di Sulsel ini lebih banyak buruh daripada pengusaha. Pengusaha kebanyakan belanja di luar negeri. Buruh belanja di kaki-kaki lima. Secara langsung ini juga mempengaruhi daya beli di Sulsel. Jadi mudah-mudahan Pak Gubernur harus memikirkan ini, sebelum menetapkan besok," pungkasnya.

Loading...
Loading...