Selasa, 30 Oktober 2018 17:18 WITA

Sisa 4 SKPD di Bone Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Penulis: Herman
Editor: Nur Hidayat Said
Sisa 4 SKPD di Bone Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

RAKYATKU.COM, BONE - BPJS Ketenagajerjaan Kabupaten Bone melakukan rapat koordinasi dan evaluasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone terkait kepesertaan tenaga honorer dan kontrak dan mitra kerja di bawah SKPD di Kabupaten Bone.

Rapat evaluasi ini dipimpin langsung Sekertaris Daerah Kabupaten Bone, A Surya Dharma, di ruang rapat pimpinan Pemkab Bone, Selasa (30/10/2018).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bone, Andi Syamsu Rijal, mengatakan tujuan rapat evaluasi ini adalah bagaimana mengajak pemerintah daerah ikut berpartisipasi dalam memberikan perlindungan tenaga kerja dan honorer.

"Sejak tahun 2017 sudah ada 34 SKPD yang sudah mendaftarkan diri. Masih ada 4 SKPD yang belum terdaftar yakni, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas PU, Dinas Litbang, dan Dinas Pengendalian Kependudukan dan KB," kata A Syamsu Rijal.

Selain itu, kata dia, di Bone sudah ada peraturan yang dikeluarkan oleh bupati kepada setiap desa untuk mendaftarkan semua perangkatnya agar mendapatkan jaminan kesehatan. Hingga 2018, baru 84 desa yang sudah terdaftar dari 327 desa di Bone.

Loading...

"Alhamdulillah respons positif selalu diberikan oleh pemerintah daerah. Untuk itu 2019 kami menargetkan semua SKPD sudah bisa terdaftar begitupun dengan desa-desa di Kabupaten Bone," tuturnya.

Untuk tenaga kontrak dan honorer, bila sudah terdaftar maka berhak mendapatkan dua jaminan, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK). Yang mana nantinya setiap bulan para pejabat mendonasikan Rp84.000 untuk perlindungan lima orang tenaga kerja.

Sekertaris Daerah Kabupaten Bone, A Surya Dharma, merespons positif apa yang menjadi keinginan BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi saya harapkan semua SKPD yang belum terdaftar agar segera menganggarkan hal ini agat 2019 mendatang tidak ada lagi honorer atau tenaga kontrak yang tidak memiliki jaminan kesehatan," kata Surya Dharma.

Loading...
Loading...