Selasa, 30 Oktober 2018 16:12 WITA

Kabur Saat Gempa Sulteng, 513 Napi Jadi DPO

Penulis: M. Qadri
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kabur Saat Gempa Sulteng, 513 Napi Jadi DPO
Warga Binaan Klas II A Palu saat memberikan bantuan buat korban tsunami di Palu. Ist

RAKYATKU.COM, PALU - Masih ada 513 warga binaan belum menyerahkan diri pasca gempa, tsunami dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.

Sekadar diketahui, hari ini merupakan batas akhir bagi warga binaan menyerahkan diri. Hal tersebut bedasarkan kebijakan yang dikeluarkan pihak Kemenkumham.

“Dengan berakhirnya batas waktu tersebut, ratusan warga binaan yang melarikan diri ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk dicari pihak kepolisian,” kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulteng, Juliasman Purba,Selasa (30/10/2018).

Menurutnya, dari 1.670 warga binaan yang sebelumnya menyelamatkan diri keluar dari lapas, kini tersisa 513 orang belum menyerahkan diri.

Dari 513 orang itu, 251 berstatus sebagai narapidana, sementara 262 masih berstatus sebagai tahanan. 

Sebelumnya, Kemenkumham Sulawesi Tengah ikut mengimbau seluruh narapidana dan tahanan agar mau taat hukum dan mau menyerahkan diri.

Ratusan warga binaan itu merupakan yang menjalani masa tahanan di Lapas Palu, Rutan Klas II A Palu, Lapas Donggala dan Lapas Parigi Moutong.