Senin, 29 Oktober 2018 17:11 WITA

Relawan STIBA Pulang, Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Menangis

Editor: Abu Asyraf
Relawan STIBA Pulang, Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Menangis
Bocah korban gempa dan tsunami Sulteng tak kuasa menahan tangis saat relawan STIBA pamit. (FOTO-FOTO: DOK STIBA)

RAKYATKU.COM - Relawan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar tiba kembali, Minggu (28/10/2018). Mereka bertugas selama dua pekan di lokasi bencana Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepulangan mereka diiringi tangis anak-anak korban gempa dan tsunami. Bocah-bocah itu tak kuasa menahan air mata saat rombongan relawan STIBA pamit di posko-posko pengungsian. Mereka sesenggukan. Tak kuasa berkata-kata.

Relawan STIBA Pulang, Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Menangis

Kehadiran relawan yang merupakan mahasiswa STIBA tersebut meninggalkan kenangan indah. Selama 15 hari, bocah-bocah itu bisa sejenak melupakan kesedihan akibat bencana yang menimpa mereka.

Selama di lokasi bencana, para relawan STIBA selain membantu penyaluran logistik kepada para korban juga memberikan trauma healing di sekolah-sekolah. Mereka bahkan membuka sekolah darurat yang difasilitasi Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) Wahdah. 

Salah seorang relawan STIBA Makassar, Bani Adam mengatakan, di sekolah darurat ini pembelajaran terfokus pada pendidikan agama untuk anak-anak. Mereka mengajarkan adab-adab, dasar-dasar Islam, dan praktik ibadah praktis seperti wudhu dan salat.

Relawan STIBA Pulang, Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Menangis

"Selain sekolah darurat, mahasiswa STIBA juga membuka kelas Dirosa (Pendidikan Alquran untuk orang dewasa) pada malam hari setelah magrib untuk semua kalangan. Termasuk anak-anak," tambah Bani Adam.

Aktivitas lain yang mereka lakukan adalah mengisi pengajian dan khotbah Jumat di masjid-masjid. Juga mengisi tarbiyah dan tahsinul qira’ah untuk remaja dan pemuda. 

Beberapa di antara korban bencana sangat terkesan. Mereka pun menyatakan niat mereka untuk melanjutkan studi di STIBA Makassar kelak.