Senin, 29 Oktober 2018 17:01 WITA

TKN Jokowi-Ma'ruf Targetkan Menang 70 Persen, JK Pesan Jangan Besar Kepala

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
TKN Jokowi-Ma'ruf Targetkan Menang 70 Persen, JK Pesan Jangan Besar Kepala
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, 27-28 Oktober, di Surabaya, Jawa Timur.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, 27-28 Oktober, di Surabaya menyepakati target kemenangan 70 persen bagi pasangan nomor urut satu tersebut di ajang Pilpres 2019 mendatang. Target tinggi itu diklaim tim Koalisi Indonesia Kerja (KIK) realistis melihat tingginya kepuasan masyarakat selama empat tahun Jokowi jadi presiden.

"Rakernas menghasilkan beberapa rekomendasi, di hadapan pak Jokowi, TKN menargetkan 70 persen. Tentu didasarkan berbagai pertimbangan, misalnya pencapaian pemerintahan Jokowi selama empat tahun. Ada evaluasi cukup menggembirakan pemerintahan Jokowi bagi masyarakat," tutur Ketua KIK Sulsel, Syamsul Bachri, saat dikonfirmasi, Senin (29/10/2018).

Kepuasan masyarakat belakangan ini, menurut Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, semakin meningkat setelah pemerintah berhasil menyelenggarakan berbagai event internasional. Di antaranya, Asian Games, Asian Paragames, dan International Monetary Fund (IMF).

"Masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan sehingga direkomendasikan 70 persen suara. Dalam Rakernas itu, beberapa soal dibahas komprehensif dan penajaman visi misi ke depan. Itu dijelaskan kepada peserta seluruh Indonesia," katanya.

Meski demikian, kata Syamsul, Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla mengingatkan timses tak terlena hasil tersebut. TKN, TKD Provinsi dan Kabupaten Kota diharapkan tak terbuai. 

loading...

"Pak JK mengharapkan kepada seluruh peserta (timses) bahwa meskipun hasil survei menunjukkan angka yang menggembirakan timses jangan terbuai, justru tugas timses mempertahankan dan kalau bisa menaikkan. Dan harus responsif dengan fenomena di masyarakat. Yang fenomena positif dan menggembirakan harus dipertahankan," jelasnya.

Timses seluruh Indonesia, menurut Syamsul, harus mewaspadai serangan-serangan jelang hari pemilihan. Belajar dari Pemilu 2014, tren Jokowi yang berpasangan JK saat itu, terus menurun meskipun akhirnya menang.

"Serangan fajar itu menjadi warning jangan sampai itu terjadi, Pak JK mengingatkan politik itu terus berubah (dinamis) setiap saat. Makanya, Pak JK bilang jangan besar kepala dengan hasil survei, boleh jadi bahan tetapi jangan puas. Perubahan terjadi setiap saat, bulan, hari, jam menit, tim harus mengikuti perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat," pungkasnya.

Loading...
Loading...