Senin, 29 Oktober 2018 15:26 WITA

Kembalikan Kejayaan Kakao sebagai Komoditas Unggulan Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Kembalikan Kejayaan Kakao sebagai Komoditas Unggulan Sulsel
Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Sulawesi Selatan akan menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Selatan, selain komoditas lain seperti talas dan udang windu. 

Kakao sendiri pernah mengalami masa jaya di tahun 1990-an namun terpuruk dengan adanya serangan hama Penggerek Batang Kakao (PBK) dan hama dan penyakit lainnya. Kondisi ini berlanjut hingga sekarang sehingga diharapkan ada upaya dari pemerintahan baru di Sulsel untuk mengatasi berbagai permasalahan ini.  

Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion bertema mengembalikan kejayaan kakao sebagai identitas masyarakat Sulsel, yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UNHAS, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Sulsel dan Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), di gedung Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu (27/10/2018).

“Kita sepakat bahwa ada kerusakan ekosistem di kakao sehingga perlu penanganan yang komprehensif, dengan memanfaatkan potensi-potensi lokal yang ada,” ungkap Prof. Dr. Yusran, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Sulawesi Selatan, menyimpulkan hasil FGD yang dihadiri seluruh stakeholders perkakaoan di Sulsel ini.

Yusran mengurai beberapa masalah yang dihadapi saat ini antara lain masalah bibit, kemudian beberapa kebijakan nasional yang menghambat serta tidak adanya penyuluh khusus yang bisa menjadi jembatan, sehingga terjadi diskoneksi. 

“Kelembagaan petani juga menjadi sangat penting, baik hubungannya dengan industri maupun perbankan. Kemudian, sesuai diusulkan Prof Siktus dari Unhas, bahwa perlu ada pola penanaman yang terintegrasi dengan komoditas lain, sehingga bisa ada tambahan penghasilan bagi petani dalam periode setahun,” tambahnya.

Loading...

Hal lain yang mengemuka dalam diskusi tersebut disampaikan Yusran adalah perlu adanya komposisi pupuk untuk kakao yang memang berbeda dengan tanaman lain. 

“Hal lainnya adalah perlu ada kampanye menggaungkan bahwa kakao kita punya keunggulan yang jauh berbeda dengan kakao di tempat lain, lalu ada masukan mendorong bagaimana adanya desa dan kabupaten organik. Semua saya kira menuju ke sana. Lalu juga masukan perlunya produk hasil bukan hanya pada biji tapi juga pada turunannya,” katanya.

Yusran mengapresiasi berbagai masukan untuk pengembangan kakao tersebut, serta adanya optimisme dari berbagai pihak untuk berkolaborasi melaksanakan program ini nantinya.

“Semua pihak optimis dan berkomitmen. Kita semua menjadi bagian dari orang membangkitkan kakao. Kita akan melaporkan ini ke Pak Gubernur,” pungkasnya.

Tags
Loading...
Loading...