Kamis, 25 Oktober 2018 14:17 WITA

Polisi Tutup Kasus Akbar Ampuh, Otak Pembakaran Satu Sekeluarga

Penulis: Himawan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Polisi Tutup Kasus Akbar Ampuh, Otak Pembakaran Satu Sekeluarga
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kematian Akbar Daeng Ampuh alias Rangga (32) di salah satu sel Lapas Klas IA Makassar beberapa hari yang lalu membuat polisi menutup kasusnya sebagai otak pembakaran enam orang di Jalan Tinumbu. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto mengatakan, penutupan kasus tersebut sesuai dengan pasal 109 KUHAP poin 3 yang berbunyi penyidikan bisa dihentikan demi hukum, apabila ada ada alasan-alasan hapusnya hak menuntut dan hilangnya hak menjalankan pidana salah satunya adalah karena meninggal dunia. 

"Untuk berkas Akbar Ampuh dihentikan demi hukum sesuai pasal 109 KUHAP," kata Wirdhanto, Kamis (25/10/2018).

Wirdhanto sebelumnya menyebutkan bahwa berkas perkara Akbar Ampuh sudah tahap 1 dan diteliti jaksa Kejari Makassar bersama dengan dua berkas eksekutor pembakaran. Namun, dengan kematiannya, perkara narapidana kasus pembunuhan itu sudah dihentikan. 

Akbar sendiri meninggal di salah satu kamar isolasi yang berada di blok tipikor Lapas Klas IA Makassar. Ia diduga melakukan bunuh diri dengan mencekikkan rantai borgol tangannya ke lehernya. 

Loading...

"Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri. Dari pemeriksaan petugas, termasuk napi yang satu kamar dengan korban, korban ini mengalami tekanan psikis karena permasalahan keluarga besar," ungkap Wirdhanto. 

Akbar sendiri merupakan otak dibalik tewasnya Fahri (24) beserta lima orang keluarganya H. Sanusi, Namira, Bondeng, Musdalifah, dan Hijas. Akbar nekat mendalangi pembunuhan sadis itu lantaran Fahri, cucu Sanusi memiliki utang penjualan narkoba sebesar Rp29 juta yang tak junjung dibayar. 

Akhirnya, Akbar yang mengetahui Fahri akan meninggalkan Makassar pada 6 Agustus 2018 silam menyuruh Ilham alias Ilho dan Sulkifli Amir untuk menghabisi nyawa Fahri dengan cara membakar rumah kakek Fahri Sanusi. Buntutnya, Sanusi dan empat penghuni rumahnya juga tewas.

"Jamami," ujar Akbar saat menyuruh dua eksekutor membakar rumah kakek Fahri.

Loading...
Loading...