Kamis, 25 Oktober 2018 13:59 WITA

Fakta-Fakta Janggal Meninggalnya Dg Ampuh, Otak Pembunuh Satu Keluarga di Tinumbu

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Fakta-Fakta Janggal Meninggalnya Dg Ampuh, Otak Pembunuh Satu Keluarga di Tinumbu
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Otak pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu, Dg Ampuh alias Akbar, ditemukan meninggal dunia di dalam ruangan tahanan di Lapas Klas 1 Makassar, Senin (22/10/2018). 

Polisi menginformasikan Dg Ampuh meninggal dunia karena bunuh diri menggunakan rantai borgol di tangannya. Namun, meninggalnya Dg Ampuh menyisakan fakta-Fakta yang menimbulkan tanda tanya. 

Sebelum ditemukan meninggal, Dg Ampuh sudah diperbolehkan dijenguk keluarganya. Padahal, sebenarnya Dg Ampuh menjadi tahanan yang tidak boleh dijenguk keluarga.

Kepala Lapas Klas I Makassar, Budi Sarwono, mengatakan Dg Ampuh sudah diperbolehkan dijenguk keluarganya karena sudah satu bulan lebih mendekam di penjara pasca terjadinya pembunuhan satu keluarga di Tinumbu.

Jumat lalu, tiga hari sebelum ditemukan meninggal, istri dan anaknya sudah menjenguk. Itulah pertemuan terakhir Dg Ampuh bertemu dengan istri dan anaknya. 

Selain itu, sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, Dg Ampuh sempat menelepon istrinya untuk bangun salat tahajud dan banyak berdoa meminta perlindungan. Setelah memberikan pesan itu kepada istrinya, telepon pun ditutup. 

Beberapa jam setelah menelepon istri, tepatnya pukul 09.00 Wita, Dg Ampuh ditemukan meninggal oleh teman sekamarnya Iwan alias Lili yang merupakan bos geng motor.

Pihak Lapas Klas 1 Makassar tidak menjelaskan secara detail posisi Dg Ampuh saat ditemukan meninggal. Di sini, Iwan seharusnya melihat dengan jelas bagaimana situasi di dalam kamar.

Di leher Dg Ampuh menurut polisi ada luka akibat rantai borgol yang dipakai untuk melilit lehernya.

Menurut Budi Sarwono, Dg Ampuh bunuh diri saat semua penghuni Lapas Klas I Makassar melaksanakan salat subuh. Pertanyaannya kemudian, mengapa Dg Ampuh tak pergi melaksanakan salat subuh? Menurut Budi Sarwono, Dg Ampuh ketiduran. 

Fakta terakhir yang janggal yaitu, rantai borgol yang dipakai Dg Ampuh untuk bunuh diri. Menurut Budi Sarwono, Dg Ampuh tidak dirantai tetapi diborgol.

Borgolnya seperti pada umumnya, namun panjang rantai borgol hanya beberapa sentimeter. Tidak panjang dan seharusnya tidak bisa dipakai untuk melilit leher. 
Akan tetapi, pihak Lapas dan kepolisian tetap menegaskan Dg Ampuh bunuh diri dengan menggunakan rantai borgol di tangannya.

Terakhir, Dg Ampuh seharusnya divisum untuk mengetahui lebih detail penyebab meninggalnya Dg Ampuh. Namun, pihak keluarga tak bersedia. Jenazah kemudian dibawa ke rumahnya di Mallengkeri untuk dimakamkan segera.