Kamis, 25 Oktober 2018 06:30 WITA

Doa Menundukkan Kendaraan dan Ucapan ketika Mogok atau Rusak di Jalan

Editor: Abu Asyraf
Doa Menundukkan Kendaraan dan Ucapan ketika Mogok atau Rusak di Jalan
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Islam memiliki tuntunan yang amat lengkap dalam kehidupan
manusia. Dalam berkendaraan pun, diatur secara rinci. Termasuk apa yang harus
dilakukan ketika mogok.

Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah membaca, “Bismillah, bismillah, bismillah”. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya
mengucapkan, “Alhamdulillah”. 

Lalu membaca, "Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqriniin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuun” (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan
kami). (QS. Az Zukhruf: 13-14)

Kemudian mengucapkan, “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah”. Lalu
mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” 

Setelah itu membaca, "Subhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta” (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau). (HR. At Tirmidzi No. 3446, dari ‘Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah
mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” 

Setelah itu membaca, "Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wattaqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.” (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga). (HR. Muslim No. 1342)

Dalam perjalanan, hendaknya membaca zikir "subhanallah" ketika melewati jalan menurun dan "Allahu akbar" ketika melewati jalan mendaki. Dalam
sebuah riwayat disebutkan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan “Allahu Akbar”). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan “Subhanallah”). (Lihat Al Kalim Ath Thoyyib No. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

Perbanyak Doa ketika Safar

Hendaklah seorang yang sedang melakukan perjalanan memperbanyak doa karena doa seorang musafir adalah salah satu doa yang mustajab (terkabulkan). 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tiga doa yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu doa seorang musafir, doa orang yang terzholimi, dan doa orang tua kepada anaknya." (HR. Ahmad 2/434)

Ketika mampir di suatu tempat membaca, “A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk).”

Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan. Dari Khowlah
binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, "Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, ”A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)”, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.” (HR. Muslim No. 2708)

Ketika Kendaraan Mogok atau Rusak

Jika kendaraan mogok, kita diingatkan untuk tidak menjelek-jelekkan setan karena setan akan semakin besar kepala. Namun ucapkanlah “Bismillah”.

Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, "Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun
mengatakan, “Celakalah setan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyanggah ucapanku tadi, "Janganlah engkau ucapkan ‘celakalah setan’, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat." (HR. Abu Daud No. 4982 dan Ahmad 5/95)
 

Berita Terkait