Kamis, 25 Oktober 2018 07:00 WITA

Kalau Pernah Baca Ini, Anda Takkan Pernah Berani Bakar Kalimat Tauhid

Editor: Abu Asyraf
Kalau Pernah Baca Ini, Anda Takkan Pernah Berani Bakar Kalimat Tauhid
Bendera yang bertuliskan kalimat tauhid.

RAKYATKU.COM - Kasus pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid memicu kemarahan umat Islam. Terlepas dari itu, rupanya masih banyak yang tidak paham keagungan kalimat tersebut.

Klaim oknum anggota Banser dan sejumlah pihak bahwa yang dibakar adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menunjukkan rendahnya pemahaman tentang kalimat tauhid.

Anggota Pleno Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Ustaz Ishak Abd Razak Bakari, Lc, M Phil menguraikannya sebagai berikut, dengan sedikit perubahan:

ANDAI KITA TAHU LA ILAHA ILLALLAH

Di tengah viralnya pembakaran bendera yang ada tulisan kalimat tauhid LA ILAHA ILLALLAH, dan memancing kemarahan umat, saya justru memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan kepada kita semua keutamaan dan keagungan kalimat Tauhid.

Pada kalimat inilah dakwah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berpusar.

Keutamaan-keutamaan kalimat tauhid:

1. Sangat berat dalam timbangan

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”. Allah berfirman, ”Ucapkan hai Musa laa ilaha illallah”. Musa berkata, “Ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu”. Allah berfirman, ”Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya -selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimat laa ilaha illallah diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimat laa ilaha illallah lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban No. 6218)

2. Kalimat berbuah Surga

Suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muazin mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illallah". Lalu beliau mengatakan pada muazin tadi, "Engkau terbebas dari neraka." (HR. Muslim)

Dalam hadis lain disebutkan, "Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah laa ilaha illallah, maka dia akan masuk surga." (HR. Abu Daud yang dishahihkan Syaikh al-Albani)

3. Kebaikan yang paling utama

Abu Dzar berkata, "Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, ”Wahai Rasulullah, apakah laa ilaha illallah merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Kalimat itu (laa ilaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”

(Dihasankan Syaikh al-Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas)

4. Zikir paling utama

"Dzikir yang paling utama adalah bacaan laa ilaha illallah." (Dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 62)

5. Kalimat "laa ilaha illallah" adalah amal yang paling utama
6. Paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak
7. Merupakan pelindung dari setan

Hal ini disebutkan dalam hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, "Barangsiapa mengucapkan ’laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu." (HR. Bukhari & Muslim)

8. Kalimat "laa ilaha illallah" adalah kunci delapan pintu surga dan orang yang mengucapkannya bisa masuk surga dari pintu mana saja.

Dari ’Ubadah bin Shomit radhiyallahu ’anhu, shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mengucapkan saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki." 
(HR. Muslim No. 149)