Rabu, 24 Oktober 2018 10:47 WITA

ACT: Mi Instan Tak Layak untuk Pengungsi di Sulteng

Penulis: M. Qadri
Editor: Nur Hidayat Said
ACT: Mi Instan Tak Layak untuk Pengungsi di Sulteng

RAKYATKU.COM, PALU – Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus melakukan pengiriman bantuan untuk korban tsunami, gempa, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah. 

Hingga saat ini, sudah dua kapal kemanusiaan sandar di Pelabuhan Pantoloan, Palu mengangkut 2.000 ton logistik untuk korban.

"Kami menerima bantuan mi instan dari sponsor, namun tidak untuk didistribusikan kepada korban, karena bagi kami mi instan tidak layak untuk dikonsumsi korban bencana alam," ucap Sri Eddy Kuncoro, selaku Direktur Program Kebencanaan dan Pengembangan Masyarakat ACT, Rabu (24/10/2018).

Hal tersebut, untuk mencegah kesehatan korban apabila tiap harinya mengkonsumsi mi instan. Bagi dia, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian ACT untuk para korban.

"Kini bantuan sudah masuk pada tahap ke dua dalam pengiriman bantuan logistik ke wilayah Sulteng, tahap pertama 1.000 ton logistik, dan tahap kedua yang tiba pada beberapa hari lalu berjumlah 1.000 ton, jadi total bantuan saat ini berkisar 2.000 ton untuk warga Sulteng," ungkap Eddy

Loading...

Bantuan yang akan didistribusikan untuk korban adalah bahan makanan siap saji, selimut, air mineral, dan keperluan lainnya.

Adapun prosedur pendistribusian logistik yang diterapkan oleh ACT, akan diserahkan melalui posko induk ACT dan akan menyuplai bahan makanan pada dapur umum di kemah pengungsian.

Organisasi kemanusiaan ACT tidak hanya memberikan bantuan berupa bahan makanan. ACT sudah mengirim relawan sebanyak 513 orang, yang bergerak dalam berbagai bidang, seperti rescue, tim medis, dan video jurnalis.

Bantuan terus berdatangan untuk para korban yang tersebar di tiga wilayah Sulteng, yaitu Palu, Donggala, dan Sigi. Dalam penanganan bencana di Sulteng, saat ini sudah masuk pada masa tanggap darurat tahap dua. Yang mana pada update data terbaru, korban jiwa adalah 2.113 orang dan ribuan orang lainnya dikabarkan hilang.

Loading...
Loading...