Rabu, 24 Oktober 2018 09:21 WITA

Cegah Penyakit Menular, Basarnas Semprot Desinfektan Kemah Pengungsian di Palu

Penulis: M. Qadri
Editor: Nur Hidayat Said
Cegah Penyakit Menular, Basarnas Semprot Desinfektan Kemah Pengungsian di Palu

RAKYATKU.COM, PALU – Tiga pekan usai gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah, warga masih bertahan di posko kemah pengungsian. 

Situasi lingkungan jadi masalah baru, sampah-sampah bertebaran di sekitaran kemah pengungsian mengundang bau tak sedap, lalat, dan bibit penyakit.

Untuk mencegah menularnya bibit penyakit, Tim Cakrawala Crisis Center Potensi Sar Nasional turun langsung ke lokasi kemah pengungsian di wilayah Kota Palu untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan.

"Cairan yang kami semprotkan di lokasi kemah pengungsian merupakan gabungan dari berbagai jenis cairan atau bahan kimia untuk mencegah terjadinya infeksi pencemaran seperti bakteri melalui sampah atau kotoran bahan," ungkap Agus Wiradi, Koordinator Safety Officer Basarnas usai melakukan penyemprotan di kemah pengungsian kampus UNISA Palu, Rabu (24/10/2018) sekitar pukul 08.00 Wita.

Menurutnya, pada umumnya buangan sampah di kemah pengungsian, hanya ditumpuk di depan ataupun samping tenda. Sementara itu, menularnya virus dan bakteri sebagian besar berasal dari sampah.

Sakir, salah satu penanggung jawab kemah pengungsian di kampus UNISA Palu, menyampaikan hingga saat ini, ada sekitar 20 orang warganya dari Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat terserang penyakit saat tinggal di pengungsian. Puluhan warga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit darurat.

"Saya belum tau secara persis penyakit yang diderita oleh warga di kemah pengungsian. Yang jelas, ada yang diare , pusing, dan flu. Besar kemungkinan hal tersebut karena banyaknya sampah yang berhamburan di lokasi perkemahan," ucap Sakir.

Penyemprotan sebelumnya sudah dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter, untuk menyiram di daerah yang terjadi likuefaksi, yaitu Petobo, Balaroa, dan Desa Jono Oge.