Rabu, 24 Oktober 2018 08:46 WITA

Rehabilitasi 2 Tahun, Kota Palu Akan Direlokasi Sejauh 20 Kilometer

Editor: Nur Hidayat Said
Rehabilitasi 2 Tahun, Kota Palu Akan Direlokasi Sejauh 20 Kilometer
Potret Kota Palu, Sulawesi Tengah, dari udara. (Foto: Liputan6.com)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Pemerintah memperkirakan proses rehabilitasi Kota Palu usai gempa dan tsunami bakal berjalan dua tahun. Nantinya, pusat kota bakal digeser sejauh 20 kilometer dari lokasi saat ini.

"Yang saya dengar mereka (Pemkot Palu) sudah siap (direlokasi) sekitar 20-an kilometer dari Palu. Itu yang saya dengar, jadi mereka sudah siap," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018), dikutip CNNIndonesia.com.

Agus berujar, keputusan itu diambil dari hasil telaah dan pemetaan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lokasi itu relatif aman dari bencana dan likuefaksi. 

Namun, Agus menyatakan bukan berarti Kota Palu yang baru nantinya bebas dari bencana, karena Sulawesi termasuk dalam Zona Cincin Api (Ring of Fire) yang kerap terjadi fenomena vulkanik dan gempa.

Pemerintah, kata Agus, akan membuat permukiman di lokasi yang baru. Tempat fasilitas-fasilitas umum juga termasuk. "Karena tidak bisa lagi membangun di lahan-lahan yang terkena dampak dari bencana kemarin, Karena ada likuefaksi," tutur Agus.

loading...

Agus mengatakan pemerintah akan melakukan pembangunan secara bertahap demi merealisasikan itu. "Akan terbentuk, akan terjadi dengan yang kita sebut Palu Baru. The New Palu. Kota Palu Baru," katanya.

Agus memperkirakan Kota Palu Baru akan selesai dibangun dalam 2 tahun mendatang. Agus mengakui pembangunan infrastruktur di Palu memakan waktu yang lebih lama daripada di wilayah Nusa Tenggara Barat yang membutuhkan waktu enam bulan. Penyebabnya karena hal itu tidak bisa dilakukan di sembarang lokasi.

"Dua tahun rampung. Kita cari titik-titik yang dianggap oleh pemetaan kita relatif aman dari bencana ke depannya. Dengan relokasi pemukiman dan menjadi Palu baru itu akan lebih baik," ucap Agus.

Loading...
Loading...