Selasa, 23 Oktober 2018 16:30 WITA

Kenangan SYL di Hari Lahir Rinra

Bukan Uang dan Pangkat, tapi Anakmu...

Editor: Mulyadi Abdillah
Bukan Uang dan Pangkat, tapi Anakmu...
Foto: Dok Rakyatku

HARI ini, Selasa, 23 Oktober 2018. Tepat pukul 10.30 Wita, pesan WhatsApp, kembali berdering. Itu kali kesekian. Saya diamkan karena masih ngobrol dengan beberapa rekan. Setelah bicara, saya mencoba meraih handphone. Sedikit santai, saya buka. 

Dari sekian banyak pesan; termasuk foto dan video, mata saya tertuju pada sebuah foto. Dalam foto itu, terlihat ayah dan anak begitu akrab. Mereka berdua tersenyum. 

Di bawah foto itu tertulis; "Hari ini, tepat Hari Ulang Tahun Rinra. Ini foto tiga hari sebelum Rinra meninggal."

Kalimat selanjutnya, "Hartamu yang paling berharga itu adalah anakmu. Jagalah dia. Karena, itu adalah titipan Allah. 

Mereka yang akan menjamin kebahagianmu. Ingat...uang, pangkat, bukan jaminan apa-apa. Tetapi, anakmu yang baik akan menjadi hartamu yang paling berharga. Itu dari Tuhanmu. Maka, ajarkanlah keteladanan. Juga, kepedulian, kasih sayang, kejujuran dalam mengarungi hidup ini." Di akhir tulisan, tertera nama SYL.

***

Di sebuah kafe, sejumah wartawan berkumpul. Mereka 'ngopi'  sambil bercanda dengan Syahrul Yasin Limpo. Kala itu, SYL yang akrab disapa Komandan, masih menjabat gubernur. Tak lama lagi memang, akan mengakhiri masa jabatannya.

Seorang wartawan senior, Nur Karompot sempat menyinggung soal anak. Nur bertanya terkat bagaimana mengasuh anak di era keterbukaan informasi dan teknologi seperti sekarang. SYL seperti biasa, mengemukakan pandangannya.

Kata mantan bupati Gowa dua periode ini, anak tidak boleh dikekang. "Ibarat air, biarkan mengalir dengan sendirinya," katanya, meyakinkan.

SYL berpendapat, anak adalah anugerah Tuhan. Sehingga, rezeki, masa depannya, jelas sudah digariskan Yang Maha Kuasa. 

"Posisi orang tua di sini harus bijak. Membiarkan anak-anak menemukan jalannya. Biar mereka kreatif. Kita, orang tua, hanya pada posisi mengawasi. Jika ada yang keliru, kita berikan pandangan-pandangan sehingga anak-anak kita paham tentang hidup. Kalau ada jalannya yang melenceng, tugas kita meluruskan," katanya, bijak.

SYL, juga sempat menyinggung putra bungsunya, Rinra yang telah berpulang. 

"Saya teringat Rinra. Setiap ketemu orang yang lebih tua, pasti cium tangan. Tidak mau dikenal sebagai anak gubernur. Berbaur seperti anak kebanyakan dan berperilaku baik. Punya prestasi yang membanggakan. 
Namun, Tuhan menakdirkan lain kan," katanya, dengan mata berkaca-kaca.

Makanya, lanjut SYL, bimbing anak-anakmu dengan baik. 

"Mereka adalah karunia tak terhingga. Maka, jagalah dengan baik. Biarkan mereka menemukan jalan hidupnya. Tapi, jangan lupa, awasi dengan bijak," tandas SYL memberi nasihat. 

Di sejumlah momen khusus,--termasuk hari lahir putranya, Rinra--SYL memang selalu memberika catatan-catatan kepada banyak orang. Jika ingin menyampaikan sebuah pesan, SYL menitipkan kata-kata bijak yang penuh dengan filosofi hidup. 

Gaya SYL yang masih melekat sampai sekarang. Dan itu, membekas di banyak orang.

Penulis: Subhan Yusuf