Selasa, 23 Oktober 2018 01:02 WITA

Festival Forum Indonesia Akan Hadirkan  Lima Praktik Cerdas

Penulis: Yuniastika Datu - Arfa Ramlan
Editor: Mays
Festival Forum Indonesia Akan Hadirkan  Lima Praktik Cerdas
Suasana konferensi pers Praktik Cerdas di kantor Yayasan Bakti, Senin,  (22/10/2018). 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Salah satu Festival terunik dan terbaik di Indonesia Timur akan kembali digelar. 

Festival Forum Kawasan Timur Indonesia, nantinya akan mengangkat lima inisiatif lokal. Ini akan mengangkat unsur-unsur mendasar, yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan. 

Kelima inisiatif lokal yang disebut Praktik Cerdas tersebut, berasal dari Kalaodi - Tidore, Mollo Utara, Manado, Makassar, Papua dan Papua Barat.

Selain itu, juga mengajak seluruh peserta untuk merayakan kemajuan dari upaya-upaya yang telah dilakukan, bertukar solusi, bertukar informasi, dan memperluas jaringan untuk dapat meningkatkan capaian dan mengembangkan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Zusanna Gosal,  Ketua Pokja Forum KTI Sulsel Abdul Madjid Sallatu, dan Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, M. Yusran Laitupa, pada Konferensi Pers di kantor Yayasan Bakti, Senin,  (22/10/2018). 

"Tujuan Festival Forum KTI VIII, adalah berbagi solusi pembangunan, praktik cerdas, pengalaman, dan pembelajaran dari berbagai kegiatan dan program pembangunan, yang dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua," jelas Zuasana Gosal.  

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, M. Yusran Laitupa menyampaikan, perhelatan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia, akan diadakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada 24 - 25 Oktober 2018, dan diagendakan dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

loading...

"Praktik Cerdas adalah upaya yang berhasil menjawab tantangan pembangunan dan berdampak nyata. Lima Praktik Cerdas yang dipresentasikan dalam festival ini yaitu Kalaodi, Kampung Ekologi Penjaga Tidore, Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Bio-diesel, PANADA (Portal Analisis Data Berbasis Peta di Kota Manado), Lakoat Kujawas “Dari Pendidikan Karakter ke Kewirausahaan Sosial”, serta Data yang Mengubah Dunia, Sistem Administrasi dan Informasi Kampung dan Distrik di Papua dan Papua Barat, " ungkapnya.  

 Yusran menambahkan, festival Forum Kawasan Timur Indonesia tahun ini merupakan pertemuan kedelapan. Akan hadir dalam format festival dengan pendekatan kreatif, untuk mendorong terjadinya interaksi yang lebih baik antar pelaku pembangunan. 

Rangkaian kegiatan dalam Festival Forum KTI VIII ini, akan mencakup presentasi praktik cerdas serta curah ide dan pengalaman kreatif para pelaku pembangunan. 

"Tema praktik cerdas yang akan dipresentasikan meliputi inovasi pada pelayanan kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pengembangan ekonomi lokal, pembangunan pedesaan, dan upaya-upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)" ungkapnya.  

Festival ini lanjut dia, mengajak setiap peserta untuk menjalin hubungan harmonis dan saling mendukung antar Pemerintah Daerah, Pemerintah Nasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mitra pembangunan internasional, sektor swasta, komunitas, akademisi, jurnalis, dan individu lainnya.

Fokusnya pada aset yang dimiliki diri dan kelompok, untuk dikembangkan secara positif, dalam mendorong berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan sebagai bagian dari Indonesia yang berdaulat.

Loading...
Loading...