Senin, 22 Oktober 2018 16:32 WITA

Demo di Makassar, Germaks Minta Kejati Tertibkan Kajari Palopo

Penulis: Hamka Tadda
Editor: Abu Asyraf
Demo di Makassar, Germaks Minta Kejati Tertibkan Kajari Palopo
Aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel kembali terjadi, Senin (22/10/2018).

RAKYATKU.COM - Sekelompok aktivis antikorupsi yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Germaks) berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Makassar, Senin (22/10/2018). .

Mereka melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo Adiyanto yang mereka duga telah melakukan praktik yang merusak citra institusi Adhyaksa dan aparat penegakan hukum lainnya di Palopo.

Ketua Germaks, Rais Rahman mengatakan, Kajari Palopo Adiyanto terindikasi melakukan pemerasan terhadap sejumlah aparat dalam lingkup Pemkot Palopo.

Menurut Rais, Germaks menerima banyak laporan dan aduan masyarakat Kajari Palopo telah mengintervensi proses lelang tender proyek di Pemkot Palopo. Selain itu meminta jatah proyek pembangunan Rujab Kajari yang mewah dengan anggaran miliaran rupiah.

"Pemerasan terhadap sejumlah oknum pejabat dengan nilai ratusan hingga miliaran rupiah dan mewajibkan membayar fee TP4D satu persen dari nilai proyek di Pemkot Palopo," beber Rais dalam orasinya.

Atas dasar, Germaks mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel menertibkan Kajari Palopo. "Kejagung diminta untuk mencopot Kajari Palopo dan jaksa-jaksa nakal yang ada di Kejari Palopo, termasuk jaksa Nur Utami," bebernya.

Aksi ini berjalan damai karena dikawal aparat kepolisian. Namun, sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumiharjo Makassar.

Menanggapi hal itu, Kajari Palopo Adiyanto mengatakan, semuanya hanya fitnah. Menurutnya, itu salah satu upaya menekan dirinya setelah menetapkan tiga tersangka kasus jalan lingkar di Palopo.

"Saya tidak pernah intervensi pembangunan Rujab Kajari. Apalagi meminta fee. Saya tidak kenal dengan pengusaha di Palopo," elak Adiyanto saat dihubungi Rakyatku.com, Senin sore (22/10/2018).

Dia mengaku heran dengan Rais Rahman. Seharusnya, kata dia, kalau ada temuannya, dikonfirmasi langsung kepada dirinya. "Hingga saat ini, saya belum pernah ketemu. Apa ya tujuannya," kata Adiyanto.


 

Tags