Senin, 22 Oktober 2018 14:39 WITA

Ditelepon MBS, Ini Pembicaraan Khashoggi Sesaat Sebelum Disergap Eksekutor

Editor: Abu Asyraf
Ditelepon MBS, Ini Pembicaraan Khashoggi Sesaat Sebelum Disergap Eksekutor
Jamal Khashoggi sempat ditelepon MBS sesaat sebelum dibunuh.

RAKYATKU.COM - Sesaat sebelum dibunuh dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Jamal Khashoggi sempat menerima telepon dari putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Media Turki, Harian Yeni Safak memberitakan, MBS menelepon dan mengajak Khashoggi kembali ke Riyadh. Saat itu, kolumnis The Washington Post tersebut sedang berada di salah satu ruangan.

Dikutip news.com.au, Senin (22/10/2018), Khashoggi menolak permintaan MBS. Dia khawatir bakal ditahan atau bahkan dibunuh jika kembali ke Riyadh. Baru saja menutup teleponnya, tiba-tiba belasan eksekutor langsung bertindak.

Kontributor The Washington Post itu dibawa ke sebuah ruangan. Di sana, dia sempat menjalani penyiksaan sebelum mendapat suntikan penenang, dan tubuhnya dimutilasi dalam proses yang memakan waktu hanya tujuh menit. 

Penyelidik Turki kini memburu dua kendaraan konsulat Saudi yang dilaporkan telah menyebar ke luar pusat kota Istanbul. Satu kendaraan dilaporkan menuju hutan Belgrad, sementara satu lagi menuju kota Yalova yang berjarak satu jam dari Istanbul.

Sebelumnya, Khashoggi dilaporkan menghilang ketika mendatangi gedung konsulat untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz. Awalnya Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung. 

Namun, pendapat berbeda disuarakan sumber penyelidik Turki. Mereka menyatakan bahwa Khashoggi dibunuh dalam gedung, dan mengklaim telah mengamankan bukti rekaman pembunuhan kontributor The Washington Post. 

Media Turki memberitakan rekaman di mana Khashoggi dibunuh 15 orang, dan mayatnya dimutilasi serta dimasukkan ke dalam 15 kantong plastik. Setelah itu spekulasi berkembang di mana muncul teori potongan jenazah jurnalis 60 tahun tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam yang bereaksi sangat kuat.

Puncaknya pekan lalu, Pemerintah Saudi menyatakan Khashoggi tewas dalam sebuah pertikaian. Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya. 

"Ini merupakan operasi kejahatan. Jelas ada kesalahan besar yang dibuat. Ini tidak dapat diterima di pemerintahan mana pun," ujar Jubeir.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017. Dia selalu mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.