Senin, 22 Oktober 2018 12:16 WITA

Tanpa JK, Begini Kekuatan NA dan Danny untuk Menangkan Jokowi Menurut Peneliti

Penulis: Rizal
Editor: Abu Asyraf
Tanpa JK, Begini Kekuatan NA dan Danny untuk Menangkan Jokowi Menurut Peneliti
Danny Pomanto bersama Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin membidik Sulawesi Selatan sebagai daerah yang akan menjadi lumbung suara pada Pilpres 2019.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan putra daerah, Jusuf Kalla (JK) unggul telak dengan 3.037.026 suara atau 71,41 persen. Rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya meraih suara 1.214.857 atau 28,59 persen. Jumlah pemilih di Sulsel saat itu 6.317.641 orang. 

Hasil itu tak lepas dari sosok JK. JK bak garansi penuh untuk dukungan masyarakat Sulsel. Magnetnya kuat dengan jejaring yang luas, pengalaman yang mumpuni ditambah lagi faktor sebagai putra daerah.

Walau tak lagi menggandeng putra Sulsel, Jokowi tetap mencanangkan target serupa. Ada optimisme muncul setelah sejumlah tokoh di Sulsel menyatakan dukungannya ke pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tersebut. Sebut saja, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah serta Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Komitmen Nurdin dan Danny ditunjukkan dengan masuk dalam struktural Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja. Keduanya sebagai dewan penasihat. Nurdin di tingkat Provinsi Sulsel, sementara Danny di tingkat Kota Makassar. 

Mampukah keduanya menjadi pengganti yang sepadan sosok seorang JK untuk Jokowi di Sulsel? Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy memberikan analisisnya. Menurutnya, tak mudah untuk mengulang kejayaan di Pilpres empat tahun silam tersebut.

"Mengulang dukungan Jokowi di Pilpres lalu tidaklah mudah, karena wakilnya tidak berasal dari Sulsel seperti JK," ungkapnya kepada Rakyatku.com, Senin (22/10/2018).

Namun, menurut Sandy, sapaan karibnya, meski tak mudah tetapi tetap ada kans bagi petahana tersebut untuk kembali berjaya di Sulsel. Nurdin dan Danny punya taji. Nurdin dengan skala luas di Sulsel serta pengaruh Danny di Kota Makassar yang notabene merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemilih terbanyak.

"Kekuatan tokoh-tokoh Sulsel yang berada di belakang Jokowi tidaklah berkurang sehingga prestasi tersebut bisa saja terulang. Keberpihakan NA dan Danny terhadap Jokowi-Ma'ruf sangat menguntungkan pasangan tersebut. Paling tidak saat ini diuntungkan secara persepsi. Keuntungan elektoral akan semakin signifikan jika misalnya NA membentuk dan menggerakkan jaringan yang dimilikinya (pada saat Pilgub Sulsel 2018) untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf," jelasnya.

Meskipun demikian, menurut Sandy, kehadiran tokoh-tokoh ini akan jadi sia-sia jika tak mampu menjaga sinergitas diantara mereka. Baginya, solid adalah kata kunci untuk memenangkan setiap kontestasi politik.

"Hasilnya akan ditentukan seberapa solid dan jauh peranan para tokoh dalam bersinergi dengan tim pemenangan yang lain dalam melakukan kerja-kerja politik," pungkasnya.