Minggu, 21 Oktober 2018 20:33 WITA

Turki Sebut, Mantan Konsul Jenderal Saudi al-Otaibi Terancam Dibunuh Pangeran Mohammed

Editor: Aswad Syam
Turki Sebut, Mantan Konsul Jenderal Saudi al-Otaibi Terancam Dibunuh Pangeran Mohammed
Mohammed al-Otaibi

RAKYATKU.COM, RIYADH - Turki mengkhawatirkan nasib eksekutor Jamal Khashoggi. Juga nasib Konsul Jenderal Arab Saudi di Turki, Mohammed al-Otaibi.

Dilansir dari es.news, pengkhianatan di Istana Saud, kemungkinan akan melibatkan pembunuhan para "kambing hitam", untuk memastikan mereka tidak pernah mendiskusikan plot melawan Khashoggi.

Satu dari 15 regu pembunuh Khashoggi, telah meninggal dalam kecelakaan mobil yang mencurigakan di Riyadh pekan lalu. 

Mashal Saad al Bostani (31) adalah seorang letnan di Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi, yang diidentifikasi oleh intelijen Turki sebagai salah satu kelompok yang menunggu di konsulat Khashoggi. 

Media Turki telah berspekulasi, Istana Saud telah mulai menghancurkan bukti dan saksi potensial. Mereka berharap, nasib mantan Konsul Jenderal di Istanbul, Mohammed al Otaibi, diperhatikan. Apalagi, Saudi menunjuk Pangeran Mohammed sebagai Ketua Tim Penyelidik Pembunuhan Jamal Khashoggi.

Mohammed Al-Otaibi dicopot dari jabatannya. Rencananya, al-Otaibi juga akan diselidiki dan dimintai keterangan perihal hilangnya jurnalis berusia 59 tahun itu.

Pemecatan al-Otaibi tersebut diberitakan oleh berbagai surat kabar daring Saudi, salah satunya media Sabq, sebagaimana dilaporkan media Turki, Hurriyet Daily.

Dilaporkan, al-Otaibi dicopot saat dia tengah berada di Saudi. Namun, Sabq sendiri tidak melaporkan pelanggaran apa yang telah dilakukan al-Otaibi, sehingga ia harus diperiksa.

Memang, pada Rabu (17/10/2018), pihak kepolisian Turki menggeledah rumah al-Otaibi. Namun sayang, sang pejabat tidak ada di kediamannya. Ia diduga telah meninggalkan Turki dan terbang ke Saudi.

Meski demikian, pihak kepolisian Turki terus melakukan penggeledahan, termasuk ke gedung Konsulat yang sudah berlangsung dua kali.

Dikutip AFP,  Konsul al-Otaibi terbang ke Riyadh menggunakan penerbangan Saudi pada Selasa, (16/10/2018).

Mohammed al-Otaibi diduga ikut terlibat dalam kasus hilangnya Jamal Khashoggi. Setelah memasuki gedung Konsulat, Jamal Khashoggi dipukuli dan jenazahnya dibawa ke ruangan al-Otaiby untuk dimutilasi.

Dilaporkan media lokal Turki, Yeni Safak, terdengar suara al-Otaibi di dalam rekaman audio yang diduga pihak Turki sebagai ‘kunci’ kasus Jamal Khashoggi.

Ide tersebut, menurut Saudi, bahwa perkelahian terjadi di konsulat yang menyebabkan kematian Khashoggi, tidak sesuai dengan laporan bahwa tim 15 orang itu dilengkapi dengan gergaji tulang. Sumber intelijen Turki juga mengatakan, mereka memiliki rekaman audio yang menunjukkan Khashoggi segera diserang setelah memasuki konsulat, dan kemudian disiksa dengan jari-jarinya dipotong, sebelum akhirnya dipenggal dan tubuhnya dipotong-potong.

Jika "penjelasan" Saudi dipertimbangkan, di mana sisa-sisa Khashoggi? Jika kematiannya entah bagaimana merupakan kecelakaan, maka Saudi harus bisa mempersembahkan jenazahnya. Tetapi mereka tidak akan melakukannya, karena laporan yang jauh lebih dapat dipercaya adalah bahwa sisa-sisa Khashoggi akan menjadi saksi penyiksaan dan mutilasi.