Minggu, 21 Oktober 2018 19:49 WITA

Jasad Kashoggi Digulung di Karpet, Lalu Diserahkan ke Bandit Lokal

Editor: Aswad Syam
Jasad Kashoggi Digulung di Karpet, Lalu Diserahkan ke Bandit Lokal
Detik-detik Jamal Khashoggi masuk ke konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

RAKYATKU.COM, ISTANBUL - Jamal Khashoggi sudah lama jadi buruan Pangeran Mohammed bin Salman. Putra Mahkota Saudi itu, memerintahkan seorang Wakil Kepala Intelijen, Ahmed Assiri untuk terus melacak jejaknya.

Sementara itu, Assiri mengandalkan Maher Mutreb, yang sudah sekolah mata-mata. Mutreb terus melacak Khashoggi lewat ponsel dan jejak-jejak digitalnya di dunia maya.

Khashoggi kemudian terlacak berada di Turki. Dia hendak mengurus dokumen perceraian guna menikahi seorang wanita Turki, Hatice Cengiz.

Jumat, 28 September 2018, Khashoggi sedang ke konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul. Dia bertemu dengan pejabat konsul. Namun, karena waktu pendek, akhirnya dia diminta kembali pada Selasa 2 Oktober 2018.

Saat itulah, Konsul Jenderal Saudi di Turki, Mohammed al-Otaibi melaporkan ke Riyadh, rencana kedatangan Khashoggi pada 2 Oktober.

Di Riyadh, Pangeran Mohammed mendapat laporan itu. Dia kemudian memerintahkan Wakil Kepala Intelijen, Ahmed al-Asiri, untuk mengumpulkan tim terbaiknya. Perintahnya, bawa Khashoggi hidup-hidup ke Riyadh.

Assiri kemudian mengumpulkan 15 anggota tim dari intelijen, dan pasukan keamanan untuk pergi ke Istanbul, bertemu Khashoggi di konsulat dan mencoba meyakinkan dia untuk kembali ke Arab Saudi.

"Ada perintah untuk menegosiasikan kembalinya para pembangkang itu secara damai; yang memberi mereka kewenangan untuk bertindak," kata pejabat Saudi sebagaimana dilansir dari Dailymail.

Assiri adalah orang yang membentuk tim dan meminta seorang penasihat kerajaan senior Saudi, al-Qahtani, dan yang mengenal Khashoggi saat mereka berdua bekerja di kedutaan di London.

Pejabat itu mengatakan, Qahtani, yang bekerja untuk putra mahkota, telah meminta salah satu karyawannya melakukan negosiasi.

Menurut rencana, tim dapat menahan Khashoggi di sebuah rumah aman di luar Istanbul, untuk jangka waktu tertentu, tetapi kemudian membebaskannya jika dia akhirnya menolak untuk kembali ke Arab Saudi.

Pukul 14.30 waktu setempat, pada Selasa 2 Oktober 2018. Khashoggi muncul di balik pintu konsulat.

Seorang anggota tim bernama Maher Mutreb, kemudian berbicara kepadanya dan meminta dia kembali ke Arab Saudi.

Namun Khashoggi menolak. Dia mengatakan kepada Mutreb, seorang wanita sedang menunggu dirinya di luar. Wanita itu akan menghubungi pihak berwenang Turki, jika dia tidak muncul kembali dalam waktu satu jam.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, mengatakan kepada Reuters, bahwa Khashoggi telah menyerahkan dua telepon genggamnya, dan meninggalkan instruksi bahwa dia harus menunggunya dan menghubungi Yasin Aktay, seorang penasihat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, jika dia tidak muncul kembali.

Loading...

Di dalam kantor konsul, Khashoggi memberi tahu Mutreb, bahwa dia melanggar norma-norma diplomatik.
"Apa yang akan kamu lakukan denganku? Apakah kamu berniat menculikku?" ujar Khashoggi.

"Ya, kami akan memusnahkan Anda dan menculik Anda," ujar Mutreb. Di sini kata pejabat Arab Saudi itu, Mutreb melakukan upaya intimidasi yang melanggar tujuan misi itu.

Ketika suara Khashoggi meninggi, tim panik. 

Beberapa orang kemudian membekuk tubuh Khashoggi. Yang lainnya, menutup mulut wartawan senior Saudi itu.

"Mereka berusaha mencegah dia berteriak, tetapi dia (Khashoggi) mati," kata pejabat itu. "Niatnya bukan untuk membunuhnya."

Ditanya apakah tim telah menahan Khashoggi, pejabat itu berkata: "Jika Anda menempatkan seseorang dari usia Khashoggi dalam posisi ini, dia mungkin akan mati."

Untuk menutupi kesalahan mereka, tim yang diperintahkan menangkap Kashoggi itu, kemudian menggulung tubuh Khashoggi di karpet, membawanya keluar dengan kendaraan konsuler dan menyerahkannya kepada bandit lokal, untuk dibuang. 

Pejabat Saudi mengatakan, bandit lokal adalah penduduk Istanbul, tetapi tidak akan mengungkapkan kewarganegaraannya. 

Ahli forensik, Salah Tubaigy, mencoba menghilangkan jejak insiden itu, kata pejabat itu. 

Sementara itu, salah seorang tim lainnya, Mustafa Madani, mengenakan pakaian Khashoggi, kacamata dan arloji Apple-nya, dan pergi melalui pintu belakang konsulat. Itu untuk mengelabui di CCTV,  dalam upaya untuk membuatnya terlihat seperti Khashoggi telah keluar dari gedung. 

Madani pergi ke distrik Sultanahmet, tempat ia membuang barang-barangnya.

Pejabat itu mengatakan, tim tersebut kemudian menulis laporan palsu untuk para atasan, yang mengatakan mereka telah mengizinkan Khashoggi untuk pergi, begitu dia memperingatkan bahwa pihak berwenang Turki dapat terlibat, dan bahwa mereka telah segera meninggalkan negara itu sebelum mereka dapat ditemukan.

Ketika ditanya mengapa versi pemerintah dari kematian Khashoggi terus berubah, pejabat itu mengatakan kepada Reuters, bahwa pengakuan awal pemerintah didasarkan pada informasi palsu yang dilaporkan secara internal pada saat itu.

"Setelah menjadi jelas, laporan misi awal ini salah, kami meluncurkan penyelidikan internal dan menahan diri dari komentar publik lebih lanjut," kata pejabat itu, menambahkan bahwa penyelidikan terus berlanjut. 

Loading...
Loading...