Minggu, 21 Oktober 2018 19:46 WITA

Terkait Potensi Gempa di Surabaya-Madura, Data BMKG Mengejutkan

Editor: Abu Asyraf
Terkait Potensi Gempa di Surabaya-Madura, Data BMKG Mengejutkan
Peta sesar aktif di Surabaya dan sekitarnya.

RAKYATKU.COM - Belakangan ini ramai informasi terkait potensi gempa di Surabaya dan Madura, Jawa Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengakui adanya potensi tersebut. Dia mengatakan, bukan hanya Surabaya dan Madura, tetapi juga di sebagian besar wilayah Indonesia yang berada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik.

"Cincin Api Pasifik adalah zona berbentuk tapal kuda dan menjadi zona sabuk gempa paling aktif di dunia. Bukan hanya Indonesia, wilayah lain, seperti Jepang, Taiwan, dan Selandia Baru juga masuk dalam Cincin Api Pasifik tersebut," kata Dwikorita, Minggu (21/10/2018) seperti dikutip dari Antara.

Meski meminta warga dan pemerintah tidak terpancing isu yang berembus, Dwikorita tetap meminta semua pihak waspada. Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya diminta bersikap proaktif mempersiapkan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

Mitigasi bencana yang dapat dilakukan antara lain mengedukasi masyarakat tentang cara penyiapan perlindungan dan keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.

Lalu, setiap mendirikan bangunan dan infrastruktur sudah harus disesuaikan dengan persyaratan bangunan tahan gempa. Pemerintah juga sudah harus menetapkan tata ruang wilayah berbasis peta rawan bencana, menyiapkan jalur evakuasi, dan membangun tempat berlindung sementara untuk evakuasi vertikal dari ancaman tsunami di daerah pantai.

Tidak kalah pentingnya, warga diminta senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

"Jangan lupa senantiasa berdoa dan memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah subhanahu wata'ala. Hingga saat ini belum ada satu pun negara dan teknologi yang mampu meramalkan dan memprediksi gempa bumi," kata Dwikorita.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly, menambahkan, menurut Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia 2017, secara geologis dan tektonik wilayah Kota Surabaya dan Madura berada pada jalur zona sesar aktif.

Dalam hal ini, wilayah Surabaya berada pada jalur zona Sesar Kendeng dan Madura berada pada jalur zona Sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala).

Berdasarkan catatan sejarah kegempaan (Visser 1922), lanjut Sadly, jalur Sesar Kendeng pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Mojokerto (1836,1837), Madiun (1862, 1915) dan Surabaya (1867).

Sedangkan Sesar RMKS pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Rembang-Tuban (1836), Sedayu (1902), Lamongan (1939), dan Sumenep (13 Juni 2018 dan 11 Oktober 2018).
 

Loading...
Loading...

Berita Terkait