Minggu, 21 Oktober 2018 18:23 WITA

Polisi Bantah Penetapan Perkara Penggelapan Uang Abu Tours Prematur

Penulis: Himawan
Editor: Andi Chaerul Fadli
Polisi Bantah Penetapan Perkara Penggelapan Uang Abu Tours Prematur

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel membantah tudingan penasihat hukum Hamzah Mamba yang menyebut penetapan tersangka kepada Abu Tours dan petingginya dalam perkara penggelapan dan pencucian uang terlalu prematur. 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Soendani mengungkapkan, setiap jemaah berhak melaporkan Abu Tours ketika telah menyetor dana umrah ke perusahaan biro perjalanan umrah itu. 

Apalagi kala itu ada maklumat yang memberatkan jemaah untuk berangkat. 

"Kalau sudah nyetor kan itu berarti sudah ada niat untuk berangkat. Bukti kami cukup kuat untuk menjeratnya dalam perkara penggelapan dan pencucian uang," kata Dicky kepada Rakyatku.com.

Dicky menambahkan, perkara penggelapan Abu Tours yang ditangani Polda Sulsel hampir sama dengan First Travel. Untuk itu Dicky mengungkapkan, bisa saja aset Abu Tours yang telah disita akan diambil oleh negara. 

Namun, meski asetnya diambil oleh negara, tetapi aset tersebut bisa dikembalikan kepada jemaah yang menjadi korban dari Abu Tours. Hal ini lantaran bukan negara yang dirugikan dalam perkara penggelapan itu. 

Loading...

"Tergantung negara. Kan nanti ada keputusan dari negara. Jadi nanti kalau negara mengatakan uang dikembalikan ke jemaah ya silakan," imbuhnya.

Sebelumnya pengacara Abu Tours mengungkapkan perkara penggelapan dan pencucian uang yang ditujukan kepada korporasi Abu Tours bersama empat petingginya terlalu prematur. 

Pernyataan kuasa hukum Abu Tours ini didasari oleh kehadiran saksi keempat bernama Haeruddin pada persidangan bos Abu Tours, Hamzah Mamba. 

"Itu jemaahnya pemberangkatannya Januari-Februari 2018, (sedangkan) laporannya itu tanggal 13 Februari. Apa yang dilaporkan? Penipuan? Penggelapan? TPPU? Ini prematur, belum ada kejadian kok sudah ada laporan," kata ketua tim penasihat hukum Abu Tours, Hendro Saryanto kala itu.

Loading...
Loading...