Minggu, 21 Oktober 2018 18:23 WITA

Sambutan Universitas Hebrew untuk Lara: Kami Tidak Ingin Kamu di Sini

Editor: Suriawati
Sambutan Universitas Hebrew untuk Lara: Kami Tidak Ingin Kamu di Sini
Lara Alqasem

RAKYATKU.COM - Puluhan poster anti BDS digantung dan didistribusikan di Universitas Hebrew menjelang kedatangan Lara Alqasem.

Wanita berusia 22 tahun ini sempat menghadapi larangan belajar di Israel, karena dianggap sebagai pendukung Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang pro-Palestina.

Poster-poster itu didistribusikan oleh aktivis organisasi Zionis Im Tirtzu dalam bahasa Inggris dan Ibrani.

Poster itu berisi berbagai pesan, termasuk "Lara, apakah kamu tidak malu?" Dan "Jauhkan BDS-mu dari kampus saya," serta "kami tidak menginginkan kamu di sini".

Poster-poster itu juga menyorot dukungan Alqasem terhadap Rasmea Odeh, seorang teroris yang memainkan peran kunci dalam serangan pemboman tahun 1969 yang membunuh dua mahasiswa Universitas Hebrew.

“Kamu mendukung seorang teroris yang membunuh dua mahasiswa Univeritas Hebrew dan sekarang Kamu ingin belajar di sini? Kami tidak menginginkan Anda di sini," demikian tertulis di poster itu.

Sambutan Universitas Hebrew untuk Lara: Kami Tidak Ingin Kamu di SiniPoster-poster itu juga menyarankan Alqasem untuk belajar di Gaza, Suriah atau Iran.

Loading...

“Lara, jika Anda menghina Israel terlalu banyak, Anda dipersilakan pergi ke Gaza, Suriah atau Iran. Mereka akan menyambut BDS dan pendukung teroris seperti dirimu dengan tangan terbuka.”

Baru-baru ini, Lara memenangkan banding Mahkamah Agung terkait dugaan dukungannya BDS, gerakan yang mendukung pemboikotan terhadap Israel.

Dia telah ditahan selama lebih dari dua minggu di Bandara Ben Gurion di Israel, meskipun memiliki visa yang sah.

Dia merupakan keturunan Palestina, tapi tinggal di AS, dan akan memulai program magister di bidang hak asasi manusia di Universitas Hebrew Yerusalem.

Namun dia ditolak masuk ke Israel atas dugaan dukungannya terhadap BDS.

Tapi Mahkamah Agung Israel telah membatalkan perintah deportasinya sehingga dia bisa belajar di Israel.

Loading...
Loading...