Minggu, 21 Oktober 2018 16:10 WITA

Pejabat Saudi Ungkap Kronologi Pembunuhan Khashoggi

Editor: Suriawati
Pejabat Saudi Ungkap Kronologi Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashonggi dan Putra Mahkota Saudi

RAKYATKU.COM - Ketika Arab Saudi menghadapi skeptisisme internasional atas ceritanya tentang kematian Jamal Khashoggi, seorang pejabat senior pemerintah membocorkan versi baru dari pembunuhan di dalam konsulat.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim itu mengungkapkan beberapa rincian kunci yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Penjelasannya termasuk bagaimana tim dari 15 warga Saudi yang dikirim untuk menghadapi Khashoggi pada 2 Oktober, dan bagaimana tubuh wartawan itu dibuang.

Sebelumnya, pejabat Turki mencurigai jika jenazah Khashoggi telah dipotong-potong. Tapi pejabat Saudi itu mengatakan bahwa mayatnya digulung dalam karpet dan diberikan kepada "kooperator lokal" untuk dibuang.

Ditanya tentang dugaan bahwa Khashoggi telah disiksa dan dipenggal kepalanya, dia mengatakan bahwa hasil penyelidikan awal tidak menunjukkan hal itu.

Sumber tersebut mengatakan bahwa informasi yang ia sajikan berasal dari dokumen intelijen internal Saudi. Namun dia tidak memberikan bukti untuk membuktikan apa yang ia ungkapkan.

Narasi ini adalah cerita terbaru dari Saudi yang telah berubah beberapa kali. Pihak berwenang awalnya menolak laporan bahwa Khashoggi menghilang di dalam konsulat, dan mengatakan bahwa dia telah meninggalkan gedung itu segera setelah masuk.

Ketika media melaporkan bahwa dia telah terbunuh di sana, mereka menyebut tuduhan itu "tidak berdasar."

Ketika ditanya oleh wartawan mengapa versi pemerintah dari kematian Khashoggi terus berubah, pejabat itu mengatakan bahwa informasi awal yang diperoleh pemerintah didasarkan pada "informasi palsu yang dilaporkan secara internal pada saat itu."

"Setelah menjadi jelas bahwa laporan awal misi ini salah, pemerintah meluncurkan penyelidikan internal dan menahan diri untuk memberikan komentar publik lebih lanjut," kata pejabat itu.

Kronologi pembunuhan Khashonggi

Pejabat itu mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya tidak bermaksud untuk membunuh Khashonggi.

Sebaliknya, mereka ingin meyakinkan Khasonggi, yang telah pindah ke Washington tahun lalu, untuk kembali ke kerajaan. Tujuannya adalah untuk mencegah para pembangkang Saudi direkrut oleh musuh-musuh negara itu.

Untuk itu, Ahmed al-Asiri mengumpulkan 15 anggota tim dari intelijen dan pasukan keamanan untuk pergi ke Istanbul. Dia diperintahkan untuk bertemu Khashoggi di konsulat dan mencoba meyakinkan dia untuk kembali ke Arab Saudi.

Menurut rencana, tim bisa menahan Khashoggi di sebuah rumah aman di luar Istanbul untuk jangka waktu tertentu tapi akan membebaskannya jika dia akhirnya menolak untuk kembali ke Arab Saudi.

"Banyak hal yang salah sejak awal ketika tim melanggar perintah dan dengan cepat menggunakan kekerasan," kata pejabat itu.

Pada hari kematian Khashoggi, dia diantar ke kantor konsul jenderal di mana seorang operasi bernama Maher Mutreb berbicara kepadanya tentang ajakan kembali ke Arab Saudi.

Loading...

Khashoggi menolak dan mengatakan kepada Mutreb bahwa seseorang sedang menunggunya di luar dan akan menghubungi pihak berwenang Turki jika dia tidak muncul kembali dalam waktu satu jam.

Ini sesuai dengan pernyataan tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, yang mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah diberi dua telepon genggam dan instruksi bahwa dia harus menunggunya dan memanggil seorang pembantu presiden Turki jika dia tidak muncul dari konsulat.

Kembali ke kantor konsul, menurut laporan resmi, Khashoggi mengatakan pada Mutreb bahwa dia melanggar norma-norma diplomatik dan berkata, "Apa yang akan Anda lakukan pada saya? Apakah Anda berniat menculik saya?"

Mutreb menjawab, "Ya, kami akan melindungimu dan menculikmu."

Ketika Khashoggi mengangkat suaranya, tim panik. Mereka bergerak untuk menahannya, membiusnya dan menutupi mulutnya.

"Mereka berusaha mencegah dia berteriak tapi dia mati," kata pejabat itu. "Niatnya bukan untuk membunuhnya."

Untuk menutupi kesalahan mereka, tim itu menggulung tubuh Khashoggi di karpet, membawanya keluar dengan kendaraan konsuler dan menyerahkannya kepada "kooperator lokal" untuk dibuang.

Ahli forensik, Salah Tubaigy mencoba menghilangkan jejak insiden itu, kata pejabat itu.

Pejabat Saudi mengatakan bahwa kooperator lokal adalah penduduk Istanbul tapi tidak akan mengungkapkan kewarganegaraannya.

Pejabat itu mengatakan para penyelidik sedang mencoba untuk menentukan di mana tubuh itu dibuang.

Para pejabat Turki menduga bahwa para pembunuh Khashoggi mungkin telah membuang jenazahnya di Belgrad Forest yang berdekatan dengan Istanbul, dan di sebuah lokasi pedesaan dekat kota Yalova, 90 kilometer selatan Istanbul.

Sementara itu, tim lain yang bernama Mustafa Madani mengenakan pakaian Khashoggi, kacamata dan Apple Watchnya dan pergi melalui pintu belakang konsulat.

Itu bertujuan untuk membuat kesan seolah Khashoggi telah keluar dari gedung. Madani pergi ke distrik Sultanahmet tempat ia membuang barang-barangnya.

Pejabat itu mengatakan bahwa tim tersebut kemudian menulis laporan palsu untuk para atasan yang mengatakan mereka telah mengizinkan Khashoggi untuk pergi begitu dia memperingatkan bahwa pihak berwenang Turki dapat terlibat dan bahwa mereka telah segera meninggalkan negara itu sebelum mereka dapat ditemukan.

Pejabat itu mengatakan bahwa semua 15 anggota tim telah ditahan dan diselidiki, bersama dengan tiga tersangka lokal lainnya.

Sumber: Yeni Safak

Loading...
Loading...