Sabtu, 20 Oktober 2018 21:53 WITA

Kisah Dicky Sondani Dihampiri Wanita Gendut hingga Nyaris Ditelanjangi dalam Kereta

Penulis: Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Kisah Dicky Sondani Dihampiri Wanita Gendut hingga Nyaris Ditelanjangi dalam Kereta
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani bersama awak Rakyatku.com, Sabtu (20/10/2018).

RAKYATKU.COM - Segalak-galaknya polisi di luar negeri, mereka masih segan kepada polisi Indonesia. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani berkali-kali selamat berkat kartu anggota Polri.

Pada tahun 1999, Dicky berkesempatan belajar ke Belanda. Lumayan lama. Enam bulan. Tidak heran, jika alumni Akademi Kepolisian 1993 itu punya banyak cerita menarik tentang polisi dan bandar Narkoba di Negeri Kincir Angin.

Saat awal tiba di Belanda, mantan Kapolres Aceh Tengah dan Aceh Tamiang itu mendatangi sebuah kafe di Rotterdam. Saat itu malam hari. Baru saja duduk, seorang wanita datang menghampiri. Berkulit agak gelap dan berbadan gendut.

Rupanya wanita ini tahu Dicky datang dari Indonesia. "Mau pesan berapa?" kata wanita itu menawarkan. Ternyata wanita itu sudah dikenal salah satu bandar Narkoba di Belanda. Namun, tak pernah bisa ditangkap karena tak pernah ditemukan barang bukti.

Dicky juga jadi tahu ternyata banyak langganan wanita itu dari Indonesia. Mereka menyebutnya dari Jakarta. Makanya, ketika mengetahui ada orang Indonesia, bandar itu langsung menawarkan barang.

Polisi kelahiran Bengkulu, 18 Agustus 1971 itu juga mengisahkan enaknya menjadi polisi di Belanda. Biaya bahan bakar untuk patroli ditanggung sepenuhnya. Berbekal sebuah kartu, polisi bisa mengisi bahan bakar di seluruh SPBU. Makanya, Dicky bebas keliling Belanda, bahkan sempat menyeberang ke Jerman.

Banyak kisah menarik yang dialami mantan kepala Polsek Metro Kebayoran Baru itu sejumlah negara. Terutama dalam interaksinya dengan polisi setempat. Suatu ketika, Dicky naik kereta. Polisi melakukan razia. Eh, dari beberapa gerbong, hanya gerbongnya yang diperiksa.

"Di gerbong itu, ternyata hanya saya sendiri yang diperiksa. Saya pikir tidak beres ini," urai Dicky. 

Loading...

Polisi di beberapa negara rupanya sentimentil terhadap warga Asia, terutama Indonesia. Mereka yang berkulit sawo matang selalu dicurigai. Peristiwa seperti itu beberapa kali dialami mantan Direktur Sabhara Polda Kepri itu di beberapa negara.

Tak sekadar meraba-raba badan seperti petugas di bandara dan beberapa tempat di Indonesia. Polisi di sana kerap memaksa untuk buka baju dan celana. Benar-benar ditelanjangi. Kasus seperti ini juga sering terjadi di Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Takut polisi bertingkah macam-macam, Dicky langsung merogoh dompet. Dia menunjukkan kartu anggota Polri, "I'm policeman, i'm captain!"

Polisi itu segan juga. Dia menghentikan pemeriksaan sambil meminta maaf. "I'm sorry, Sir," katanya. Rata-rata polisi yang bertugas memang memiliki pangkat yang lebih rendah.

Di Inggris lain lagi. Ketika pertama kali tiba, Dicky langsung ditanya berapa uang yang dia bawa. "Saya bilang saja 10.000 poundsterling. Dia percaya saja. Padahal, saya hanya bawa 400," kisah Dicky sambil tertawa.

Banyak kisah menarik yang disampaikan Dicky dalam diskusi santai bersama awak media online Rakyatku.com pada Sabtu siang (20/10/2018). Saat itu, dia baru saja mendampingi Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono dalam sebuah acara di SPN Batua, Makassar.

Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh itu disambut Direktur Rakyatku.com Subhan Yusuf, Pemimpin Redaksi Mulyadi Abdillah, Wakil Direktur Aswin Amin dan Taufiq, para manajer, dan awak redaksi. Pertemuan yang dikemas santai tersebut ditutup dengan swafoto.
 

Loading...
Loading...