Sabtu, 20 Oktober 2018 13:56 WITA

Tolak Ajakan Nikah, Gadis Cantik Ini Tewas Mengenaskan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tolak Ajakan Nikah, Gadis Cantik Ini Tewas Mengenaskan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Retno Ayu Wulandari (14), warga Kota Solo, Jawa Tengah, ditemukan tewas usai dianiaya di Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Ayu ditemukan sangat mengenaskan bagian kulit kepala sebelah kanan hingga telinga terkelupas, badannya juga penuh dengan lumpur.

Mulanya, korban berpamitan dengan kakak kandungnya, Arved Crystian pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Retno hendak pergi bersama temannya yang telah menjemput di sekitar rusunawa. 

Kala itu, keluarga korban tidak mengetahui tujuan korban pergi bersama temannya. Retno diketahui dijemput beberapa teman laki-lakinya di rusunawa. Mereka sempat pesta minuman keras (miras) tak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Retno menolak tawaran untuk minum miras.

“Korban ditemukan di sekitar penggilingan padi dengan luka di bagian kepala. Korban masih di bawah umur,” kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifield Contantien Baba.

Korban menderita luka sobek di bagian kepala dan luka lecet di sekujur tubuhnya. Sebagian tubuh korban penuh lumpur. Kemungkinan besar korban dianiaya di areal persawahan yang letaknya tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Polres Sukoharjo bergerak cepat dengan menangkap beberapa terduga pelaku penganiayaan terhadap Retno. Dari informasi, polisi menangkap sekitar tiga hingga empat orang remaja berusia sekitar 19 tahun yang diduga menjadi penganiaya Retno.

Rifield menambahkan, polisi menangkap beberapa teman laki-laki korban yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kekinian, mereka masih diperiksa penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi termasuk teman laki-laki yang menjemput korban di rusunawa," bebernya.

Saat kejadian, polisi menduga korban terlibat kecelakaan lalu lintas di lokasi kejadian. Namun, luka sobek di bagian kepala korban merupakan tanda-tanda kekerasan.

"Motifnya masih didalami penyidik. Sekarang masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas, kasus itu penganiayaan karena ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya dilansir laman Suara.

Menolak Diajak Nikah

Belum diketahui secara pasti apa motif para pelaku membunuh Retno. Namun dari pengakuan sang ibu kandung Retno, Welly mengungkapkan, sebelumnya putrinya itu mengaku pernah diajak menikah oleh seseorang.

Menurut Welly, Retno mengaku mendapat ancaman dari orang tersebut. Dirinya bakal disantet sampai mati apabila menolak ajakan pernikahan itu.

Pada Kamis (18/10/2018) malam, Retno keluar rumah dan pamit kepada ibunya. Sedangkan ayah Retno, Edi Santoso, mengaku tidak tahu ke mana anaknya pergi karena saat itu dia sedang bekerja.

"Anak saya pamitnya sama isteri. Anak saya mau pergi pukul 20.30 WIB. Saat anak saya akan pergi itu, pas saya sedang bekerja (di Bakmi Mbah Mangun Kottabarat),” ungkap Edi.