Sabtu, 20 Oktober 2018 10:09 WITA

Reaksi Internasional Terkait Pengakuan Saudi Atas Pembunuhan Khashoggi

Editor: Suriawati
Reaksi Internasional Terkait Pengakuan Saudi Atas Pembunuhan Khashoggi
Foto Jamal Khashoggi

RAKYATKU.COM - Setelah berminggu-minggu melakukan penyangkalan, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis Jamal Khashoggi terbunuh di dalam konsulatnya di kota Istanbul Turki. 

Kerajaan mengklaim bahwa kolumnis Washington Post itu meninggal menyusul perkelahian di dalam gedung dan 18 warga Saudi ditangkap atas pembunuhan itu.

Pengakuan mengejutkan itu tentu saja menarik reaksi dari belahan dunia. Bagaimana mereka menanggapinya?

PBB
Antonio Guterres, sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan "sangat terganggu" oleh konfirmasi Riyadh atas kematian Khashoggi.

Dia telah menyerukan penyelidikan "cepat, menyeluruh, transparan" atas pembunuhan itu dan mendesak akuntabilitas penuh bagi mereka yang terlibat.

"Sekretaris Jenderal sangat terganggu dengan konfirmasi kematian Jamal Khashoggi. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Khashoggi," kata kantor Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Sekretaris-Jenderal menekankan perlunya investigasi yang cepat, menyeluruh dan transparan tentang keadaan kematian Khashoggi dan pertanggungjawaban penuh bagi mereka yang bertanggung jawab."

Donald Trump
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa penjelasan Arab Saudi tentang bagaimana Khashoggi terbunuh dapat dipercaya, dan menambahkan bahwa apa yang terjadi di konsulat itu "tidak dapat diterima".

Berbicara kepada wartawan di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, dia mengatakan bahwa kematian Khashoggi adalah "peristiwa mengerikan".

Dia juga menilai pengumuman tentang keadaan kematian Khashonggi adalah "langkah pertama yang baik".

"Arab Saudi telah menjadi sekutu besar, tapi apa yang terjadi tidak dapat diterima," kata Trump.

Gedung Putih
Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Washington sedih atas kematian Khashongi, dan bahwa AS akan mengikuti perkembangan kasusnya.

"Kami akan terus mengikuti penyelidikan internasional atas insiden tragis ini dan mengadvokasi keadilan yang tepat waktu, transparan, dan sesuai dengan semua proses hukum," kata Sanders.

"Kami sedih mendengar konfirmasi kematian Khashoggi, dan kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, tunangan, dan teman-temannya."

Washington Post
Karen Attiah, editor Global Opinions Washington Post, menggambarkan pengumuman Saudi sebagai "hampir menghina".

Dalam postingan Twitter, Attiah menulis:

"2 minggu kemudian, dan ini adalah penjelasan terbaik yang bisa mereka berikan? Itu hampir menghina. Namun begini:

1) Lalu apa yang terjadi pada tubuhnya?
2) Mengapa pejabat berbohong dan mengatakan dia meninggalkan konsulat?
3) Bukti apa yang mereka miliki untuk mendukung bahwa ada baku hantam?