Jumat, 19 Oktober 2018 19:06 WITA

Ariady Arsal Optimistis Sulsel Lebih Maju di Era Nurdin Abdullah

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Ariady Arsal Optimistis Sulsel Lebih Maju di Era Nurdin Abdullah
Ariady Arsal (kanan) saat bersilaturahmi ke redaksi Rakyatku.com, Jumat (19/10/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Ariady Arsal optimistis Provinsi Sulsel akan lebih maju di usianya yang ke-349 tahun. Inilah perayaan hari jadi pertama di era kepemimpinan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

"Kita lebih optimislah Sulsel ini ke depan. Tidak perlu hura-hura, tapi lebih kelihatan kerjanya," kata Ariady saat bertandang ke redaksi Rakyatku.com, Jalan Pelita Raya, Jumat (19/10/2018).

Komitmen Nurdin Abdullah, kata dia, sudah terlihat dalam postur Rancangan APBD 2019 yang saat ini tengah digodok oleh DPRD Sulsel. Prof Andalan lebih fokus dalam hal pembangunan infrastruktur. 

"Belanja modal kita selalu 10, 11, 12 %. Yang akan datang ini, naik 23%. Efeknya kalau ini naik, maka belanja pegawai akan turun. Beralih ke infrastruktur," jelas Ariady.

Legislator dua periode ini mengakui, sejumlah program dan terobosan Nurdin Abdullah memang sangat dinanti masyarakat Sulsel. Misalnya saja, pembangunan enam rumah sakit regional yang tersebar di sejumlah wilayah.

"Bayangkan saja, pasien dari Palopo, Luwu, Sinjai, Takalar, dan yang lain, banyak yang ke Makassar. Jadi antrinya rumah sakit di sini kita banyak sekali. Jadi memang pembangunan rumah sakit regional ini sangat dibutuhkan," tambah calon anggota DPR RI di Dapil Sulsel 1 ini.

Ia mengaku, sebagian program pembangunan rumah sakit regional ini sudah masuk dalam Rancangan APBD 2019. Tak cuma itu, Ariady mengaku sudah mengusulkan kepada Nurdin Abdullah untuk melakukan perbaikan rumah sakit milik Pemprov Sulsel. 

"Salah satu usulan saya ke Pak Gub adalah membenahi semua rumah sakit milik pemprov. Rumah sakit milik pemerintah harus lebih baik dari pihak swasta," tegas mantan Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel ini.

Usulan lainnya adalah tentang gedung Rumah Sakit Dadi dan Stroke Center dipisahkan. Kata dia, Rumah Sakit Dadi sebaiknya dipindahkan ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. 

"Respon Pak Gub atas usulan ini disambut baik. Ini semata-mata demi perbaikan layanan," pungkas Ariady.