Jumat, 19 Oktober 2018 07:49 WITA

Danny Sebut Sabri Tak Bisa Pertanggungjawabkan Keuangan Pilwalkot Makassar

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Danny Sebut Sabri Tak Bisa Pertanggungjawabkan Keuangan Pilwalkot Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, rupanya punya alasan, memberhentikan Sabri dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris KPU Makassar.

Sabri dipindahkan ke Staf Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar, sejak 1 Agustus lalu.

Danny membeberkan, jika Sabri tidak menyetor laporan keuangan KPU Makassar, saat Pilwalkot Makassar 2018 lalu. "Ini kan sampai sekarang, tidak ada pertanggungjawaban keuangannya," ucap Danny, saat dikonfirmasi via sambungan telepon, pada Kamis (18/10/2018).

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Makassar menggelontorkan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk Pilwakot Makassar 2018 yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan KPU Makassar. 

"Itu sudah kami minta (pertanggungjawaban tapi belum dikasih). Ini kan berbahaya sekali. Rawan sekali," jelasnya.

Bahkan, menurut Danny, KPU Makassar sempat meminta tambahan anggaran saat pelaksanan lalu. Hal itulah yang membuat Danny semakin heran.

"Padahal anggaran Rp60 miliar itu dirancang (bisa) untuk sampai 4 kandidat. Tapi cuma satu kandidat, kok bisa uangnya habis?," beber Danny.

Hal itulah, yang menjadi dasar kuat Danny, memberhentikan Sabri sebagai Sekretaris KPU Maksssar, lalu memindahkan tugasnya.

Seperti diketahi pula, Pilwalkot Makassar 2018 hanya diikuti oleh satu orang kandidat, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi. Sebelumnya, sempat ada dua kandidat, yakni Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti, sebelum didiskualifikasi oleh KPU Makassar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Tujuh anggota inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melakukan penggeledahan di Sekretariat KPU Makassar, terkait anggaran dana hibah Pilwalkot Makassar 2018. 

Berdasarkan reviwe inspektorat Setjen KPU terhadap laporan keuangan, tahun 2017 dana hibah Pilwalkot terdapat selisih Rp2.771.240.951. KPU RI pun menduga, ada manipulasi.