Jumat, 19 Oktober 2018 01:02 WITA

Kabareskrim Pastikan Peluru Nyasar DPR berasal dari Lapangan Tembak

Editor: Adil Patawai Anar
Kabareskrim Pastikan Peluru Nyasar DPR berasal dari Lapangan Tembak

RAKYATKU.COM - Kabareskrim Polri, Irjen Pol Arief Sulistyanto menegaskan, temuan lubang bekas peluru di Gedung DPR hari ini, Kamis (18/10) merupakan rangkaian dari kejadian sebelumnya yakni Senin (15/10).

Total ada enam bekas lubang peluru yang ditemukan di DPR. Dua lubang ditemukan saat Senin (15/10), tiga lubang ditemukan pada Rabu (17/10), dan satu lubang pada hari ini, Kamis (18/10).

Arief juga menyebut peluru berasal dari senjata yang sama. "Diperiksa labfor dan ternyata pelakunya sama saat ini sudah diproses di Polda Metro Jaya," ujar Arief usai memberikan pengarahan pada anggota Reskrim se-DIY dilansir merdeka.com.

Arief menerangkan empat lokasi di gedung DPR yang terkena peluru nyasar ada di lantai 10 dan 20. Kemudian setelahnya ada laporan masuk lagi jika ada dua ruangan yang terkena peluru nyasar.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan proyektil, mengukur jarak, dan pemeriksaan laboratorium terhadap proyektil itu. Semuanya identik dengan senjata yang kemarin sudah diperiksa dan ternyata bersumber dari senjata yang sama. Orang yang latihan menembak tersangka," urai Arief.

Arief menerangkan, jarak dari pagar terakhir area lapangan tembak dengan tembok gedung DPR hanya 297 meter. Sedangkan jarak jangkauan peluru sampai 2.300 meter.

"Tapi jarak efektifnya tidak sampai 2.300 meter, sehingga kalau 300 meter masuk akal. Nanti akan saya sampaikan bukti-buktinya kepada Ditreskrimum untuk disampaikan kepada teman-teman media," tutup Arief.