Kamis, 18 Oktober 2018 12:10 WITA

Agen Rahasia AS Yakin Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Editor: Aswad Syam
Agen Rahasia AS Yakin Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi
Para pria yang diyakini sebagai eksekutor Jamal Khashoggi.

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Sebuah mobil van hitam, berhenti di dekat pos penjagaan. Setelah berkomunikasi, penjaga terlihat mendatangi sebuah sedan yang parkir di pintu masuk.

Tak lama, sedan itu bergeser. Van hitam itu, kemudian masuk ke dalam kantor Konsulat Jenderal  Arab Saudi di Turki. Itu terlihat dalam rekaman CCTV.

Diduga, van itulah yang ditumpangi para eksekutor, kemudian memindahkan tubuh Jamal Khashoggi yang sudah terpotong-potong. Untuk selanjutnya diterbangkan ke Saudi.

Video sebelumnya, memperlihatkan para pria yang diduga eksekutor, tiba di Bandara Attaturk. Mereka melewati detector dan keluar dari bandara.

Badan-badan intelijen AS, semakin yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, memainkan peran dalam hilangnya jurnalis, Jamal Khashoggi, dan kemungkinan kematian pada 2 Oktober. Demikian dilansir New York Times pada Rabu malam.

Mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya, laporan Times mengatakan, informasi bocor ke publik, nama dan foto 15 warga Saudi yang melakukan perjalanan ke Istanbul pada 2 Oktober, serta klaim Turki memiliki rekaman audio kematian Khashoggi.

Itu membantu meyakinkan komunitas intelijen AS, bahwa putra mahkota yang dikenal MBS itu, terlibat.

Namun, badan-badan intelijen mencatat, mereka tidak tahu apakah MBS memerintahkan kematian Khashoggi atau hanya menginginkan penangkapannya dan kembali ke Arab Saudi. Badan intelijen, tidak dapat mengumpulkan bukti langsung dari dugaan keterlibatannya. Demikian kata laporan itu.

Para pejabat Saudi, membantah terlibat dalam menghilangnya Khashoggi, dan mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat segera setelah tiba. Namun, mereka belum menunjukkan bukti untuk menguatkan klaim mereka, dan mengatakan bahwa kamera video di konsulat tidak merekam pada saat itu.

Tujuh dari 15 orang yang dicurigai terlibat dalam kasus itu, adalah pengawal pribadi MBS, sebuah laporan dari Middleeasteye mengatakan pada hari Rabu.

Para tersangka makan malam di kediaman konsul jenderal Saudi, setelah membunuh Khashoggi di dalam konsulat, sumber di kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan kepada MEE, pada hari Rabu, setelah polisi Turki akhirnya memperoleh akses ke gedung itu.

Badan-badan intelijen AS, saat ini sedang mempersiapkan penilaian mereka untuk diserahkan kepada Presiden Donald Trump, kata laporan itu.

Trump bisa saja mengabaikan lapaoran rahasia itu, ketika dia melihat kebijakan apa yang dia yakini sebagai kepentingan Amerika. Atau dia dapat memutuskan, jika dia tidak terbantu oleh Arab. Demikian lapor Times.