Kamis, 18 Oktober 2018 09:55 WITA

Dokter Lulusan Inggris Ini, Dengar Musik Agar Tak Dengar Jeritan Khashoggi Saat Dipotong

Editor: Aswad Syam
Dokter Lulusan Inggris Ini, Dengar Musik Agar Tak Dengar Jeritan Khashoggi Saat Dipotong
Dr Salah al-Tubaigy, seorang ahli forensik yang jadi tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi

RAKYATKU.COM, ISTANBUL - Salah al-Tubaigy, menggoyang-goyangkan kepalanya. Suara musik yang mengalir dari headset di telinganya, membuat dirinya enjoy. 

Sambil tangannya, menggoyang gergaji tulang, mempreteli anggota-anggota tubuh, Jamal Khashoggi, wartawan yang rajin memprotes kebijakan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Abdulaziz.

Dokter forensik lulusan Inggris ini, telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam penghilangan dan penyiksaan jurnalis Arab Saudi yang hilang. Salah al-Tubaigy, adalah seorang ahli otopsi yang belajar di Glasgow pada tahun 2004.

Jamal Khashoggi terakhir terlihat di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul awal bulan ini.

Khashoggi adalah mantan penasehat keluarga kerajaan Arab Saudi, yang teguh dengan pendiriannya, dan melarikan diri dari Arab Saudi karena ancaman pembunuhan, lalu pergi ke pengasingan di Amerika Serikat.

Kritikus terkenal dari kepemimpinan Saudi, yang juga bekerja sebagai kolumnis untuk The Washington Post, terakhir terlihat memasuki konsulat pada 2 Oktober, untuk mendapatkan dokumen guna menikahi tunangan Turki-nya Hatice Cengiz, lapor Daily Record.

Dia belum terlihat sejak itu.

The Middle East Eye melaporkan sebelumnya, bahwa rekaman dari sumber Turki anonim ditangkap audio yang diambil dari Khashoggi yang direkam lewat jam tangan aple-nya dan dikirim ke ponselnya yang ada di tangan Hatice.

Rekaman itu dikatakan untuk mengungkapkan saat-saat suram terakhirnya, di mana ia diseret dari kantor Konsul Jenderal Saudi ke meja di sebuah studi di sebelah. Sebelum, ia mengalami cobaan tujuh menit yang mengerikan saat ia dibantai hidup-hidup.

The New York Times melansir, Dr. Salah al-Tubaigy ada di antara 15 tersangka, yang sejauh ini diidentifikasi oleh pihak berwenang Turki.

The Times juga menyebutkan, sembilan pejabat tinggi lainnya dari negara kaya minyak itu, diduga menjadi bagian dari skuat kematian, yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Salah Al-Tubaigy mengidentifikasi dirinya di akun Twitter-nya, sebagai Kepala Dewan Ilmiah Saudi.

Dia memegang posisi senior di Kementerian Dalam Negeri Saudi dan lembaga medis. "Sosok yang begitu tinggi, sehingga dia hanya bisa diarahkan oleh otoritas Saudi yang berpangkat tinggi", tulis The New York Times.

Para pejabat Turki mengatakan, mereka memiliki bukti bahwa 15 agen Saudi terbang ke Istanbul pada 2 Oktober, membunuh Khashoggi dan memotong-motong tubuhnya dengan gergaji tulang dalam waktu dua jam, setelah kedatangannya di konsulat. Dilaporkan mereka telah terbang keluar dari Turki pada hari yang sama.

Salah Al-Tubaigy diabadikan di bandara Ataturk Istanbul pada 2 Oktober, menimbulkan kecurigaan lebih banyak tentang keterlibatannya dalam kasus dugaan penyiksaan.

Dia belum secara terbuka menanggapi tuduhan itu. Tak satu pun dari tersangka dapat dihubungi untuk komentar.