Kamis, 18 Oktober 2018 09:21 WITA

"Saya Hamil karena Pacar," Bu Guru Pandangi Hall yang Menggeleng Lalu Tunjuk Siswa

Editor: Aswad Syam
Eleanor Wilson

RAKYATKU.COM, BRISTOL - Di depan persidangan. Bristol Crown Court. Eleanor Wilson duduk kikuk. Di depannya, para hakim sedang memegang palu.

Eleanor sedang didakwa. Bu guru cantik itu, dituding berhubungan seks dengan siswanya, di sebuah toilet pesawat British Airways.

"Anda hamil karena perbuatan Anda, berhubungan seks dengan siswa Anda yang berusia 16 tahun," ujar hakim.

"Tidak pak hakim. Saya hamil karena pacar saya," ujar Eleanor, sambil melirik ke Andrew Hall. Pacarnya yang kemudian memutuskan dirinya karena kasus ini.

Andrew Hall menggeleng. "Tidak pak hakim. Saya hanya sekali sebulan tidur dengan dia. Itupun pakai pengaman. Dia hamil dengan siswa itu," ujar Andrew Hall menunjuk ke siswa 16 tahun itu.

Eleanor, guru fisika itu, mengaku dirinya memang terobsesi pada salah satu siswanya. Saat itu, dia mengirimkan pesan cabul kepada siswanya, lengkap dengan foto-foto bugil dirinya.

Di ponselnya yang disita polisi, ada 339 teks, panggilan dan pesan multimedia dengan siswa itu, yang telah dia simpan di teleponnya di bawah moniker Smurfette. Sebagian besar dihapus sebelum polisi mengambilnya.

Dia tercatat pertama kali berhubungan seks dengan siswa itu, pada perjalanan ke Swaziland, Afrika Selatan. Di atas pesawat, kebetulan Eleanor duduk berdampingan dengan siswa itu. Dia mulai merangsang siswa itu dengan sentuhan. 

Usai itu, dia memberi isyarat kepada siswa itu untuk ke toilet pesawat. Di situ dia mulai berhubungan seks pertama kalinya dengan siswa yang saat itu berhubungan 16 tahun.

Setelah perjalanan ke Swaziland, Eleanor, diduga telah melakukan hubungan seksual dengan bocah itu pada tiga kesempatan berikutnya. Sekali di kamar tidurnya setelah makan siang di Nando's, dan lagi pada hari perjalanan, pasangan itu melanjutkan ke Tintern Abbey di Monmouthshire dan Ashton Court Estate, sebuah taman negara di Bristol.

Di pengadilan, Eleanor mengaku melihat murid itu pada kesempatan ini dan mengirim pesan teks 'hampir setiap hari' selama musim panas. Tetapi mengatakan, pertemuan ini tidak berdosa dan karena dia 'tidak ada orang lain yang berpaling'. Pengadilan mendengar, hubungannya dengan Hall dalam masalah dan bahwa mereka jarang berhubungan seks, dan dikatakan bahwa kehamilan itu sangat tidak mungkin terjadi sebagai akibat dari hubungan Eleanor dengan dia.

Diduga dia mengatakan kepada bocah itu, bahwa dia hamil dan mengatakan kepadanya tentang rencananya untuk melakukan aborsi. 

Jaksa Virginia Cornwall memperlihatkan kepada juri, sebuah catatan panjang dan penuh kecemasan yang ditulis anak itu di teleponnya tentang penghentian itu.

"Apakah kamu ingin aku tidak punya pilihan untuk membunuh anakku sendiri?" demikian tulis bocah itu dalam pesannya. "Mengapa kamu mencoba untuk membunuhku? Anda mengambil kebahagiaan saya, Anda mengambil mimpi saya, Anda mengambil kepercayaan diri saya?"

"Saat-saat di rumput di musim panas tertawa. . . berciuman, menyentuhku, memberitahuku bahwa kau mencintaiku."

Namun, kasus itu menghasilkan keputusan hakim yang menggantung, pada Rabu lalu, ketika mereka gagal mencapai putusan mayoritas.

Layanan Penuntutan Mahkota kemarin mengumumkan, tidak akan mengupayakan pengadilan ulang. Kasus ini diduga memiliki biaya pembayar pajak puluhan ribu poundsterling.

Eleanor dibiarkan tanpa noda kriminal pada karakternya, tetapi kariernya sebagai guru runtuh. 

Meski demikian, Eleanor kini tampaknya bahagia lagi dalam hubungan baru. Dia berjalan ke Bristol Crown Court setiap hari, bergandengan tangan dengan pacar barunya, Josh Hawkins yang berusia 27 tahun.