Kamis, 18 Oktober 2018 09:01 WITA

Tetap Waspada! Begini Cara Bedakan Logo Halal Asli dan Palsu

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Tetap Waspada! Begini Cara Bedakan Logo Halal Asli dan Palsu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Indonesia diketahui sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Namun hal tersebut bukan menjadi jaminan seluruh barang yang dijual merupakan produk halal.

Pasalnya, akibat tingginya persaingan pasar, banyak industri-industri yang kerap berbuat curang. Contohnya memasang logo "halal", tanpa persetujuan atau izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ketua MUI Sulawesi Selatan (Sulsel) Bidang Informasi dan Komunikasi, Waspada Santing mengatakan, cara membedakan logo halal yang asli dan palsu cukup mudah. Perbedaannya dapat dilihat secara kasat mata pada kemasan produk.

"Berdasarkan kesepakatan MUI dan BPOM, logo halal itu berbentuk lingkaran. Bertuliskan Majelis Ulama Indonesia, yang ditengah-tengahnya ada kata halal dalam huruf Arab dan dengan dasar warna hijau," kata Waspada Santing pada Rakyatku.com.

Kemudian di bawah logo tersebut, lanjutnya terdapat nomor barcode. Nomor itu bisa langsung difoto menggunakan handphone. Lalu dikirim ke aplikasi berbasis Android bernama Halal MUI untuk dikroscek.

"Jadi informasi yang kita kirim, bisa menjadi laporan dari masyarakat. Katakanlah produk A memiliki logo halal, tapi tidak ada nomor barcode. Silahkan foto dan kirim, nah itu bisa langsung diverifikasi. Jika ternyata tidak terdaftar, maka itu terbukti pemalsuan," tuturnya.

Waspada Santing juga mengimbau kepada masyarakat untuk teliti dalam melihat logo halal yang tertera pada produk. Terutama jika menemukan logo yang berbeda dengan yang ditetapkan MUI dan BPOM.

"Karena ada juga logo yang dibuat seolah-olah itu halal. Bentuknya kadang hanya berupa lingkaran dan ditengah-tengahnya ada huruf Arab bertuliskan halal. Tapi dibagian bawahnya tidak ada nomor barcode, itu patut dicurigai logo halal palsu," pungkasnya.