Kamis, 18 Oktober 2018 08:15 WITA

Sebelum Dimarahi Jokowi, Menkes Sempat Berpegangan Tangan dengan Ketum Persi

Editor: Abu Asyraf
Sebelum Dimarahi Jokowi, Menkes Sempat Berpegangan Tangan dengan Ketum Persi
Presiden RI Joko Widodo

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo menunjukkan ekspresi berbeda saat membuka kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di Jakarta, Rabu (17/10/2018). Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Direktur Utama BPJS Fahmi Idris jadi korban.

Jika biasanya, Presiden Jokowi banyak bercanda dalam pidato, maka kali ini tampak berbanding terbalik. Dengan mimik serius, mantan gubernur DKI Jakarta itu menegur Menkes dan direktur BPJS yang dianggap tidak mampu mengatasi defisit anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Mestinya sudah rampunglah di (tingkat) Menkes, di dirut BPJS. Urusan pembayaran utang RS sampai Presiden. Ini kebangetan sebetulnya," kata Jokowi.

"Kalau tahun depan masih diulang kebangetan," tambah yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Jokowi mengatakan, sekitar sebulan lalu ia sudah memutuskan untuk menambah anggaran BPJS sebesar Rp4,9 triliun lewat APBN. Namun, dana talangan itu masih belum cukup untuk menutup defisit. Presiden mengaku heran dengan kondisi itu.  

"Ini masih kurang lagi. 'Pak masih kurang, kebutuhan bukan Rp4,9 T', lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta," kata Jokowi. 

Jokowi meminta BPJS untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada. Jika sistem telah diperbaiki, Jokowi meyakini BPJS bisa terhindar dari defisit keuangan.

"Saya sering marahi Pak Dirut BPJS, tapi dalam hati, saya enggak bisa keluarkan, ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Artinya Dirut BPJS ngurus berapa ribu RS. Tapi sekali lagi, kalau membangun sistemnya benar, ini gampang," kata Jokowi. 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menekankan kepada dirut rumah sakit yang hadir bahwa ia selalu mengecek langsung sistem jaminan kesehatan. Bahkan, saat kunjungan ke daerah, Jokowi mengatakan kerap mendadak mendatangi rumah sakit tanpa memberitahu protokoler. 

"Saya memang seperti itu. Saya mau kontrol mau cek. Dan suaranya, 'Pak ini utang kita sudah puluhan miliar belum dibayar (BPJS)'. Ngerti saya, jadi Pak Dirut RS enggak usah bicara banyak di media, saya sudah ngerti," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Sebelum ditegur Jokowi, Menkes dan direktur BPJS Fahmi Idris tampak santai di atas panggung. Tepatnya, saat Jokowi memukul gong sebagai tanda pembukaan. Keduanya pun masih tampak santai saat menuruni panggung menuju tempat duduknya.

Menkes Nila Moeloek tampak dituntun saat turun panggung. Dia berpegangan tangan dengan Ketua Umum Persi Dr Kuntjoro Adi Purjanto.


 

Berita Terkait