Kamis, 18 Oktober 2018 01:30 WITA

Peternak Ayam Tak Pernah Didampingi, Kadis Pertanian: Hanya Peternak Sapi

Penulis: Rahmatullah
Editor: Abu Asyraf
Peternak Ayam Tak Pernah Didampingi, Kadis Pertanian: Hanya Peternak Sapi
Kepala Dinas Peternakan Bulukumba Rustinah

RAKYATKU.COM,BULUKUMBA - Peternak ayam petelur di Kabupaten Bulukumba menyayangkan ketidakpedulian Dinas Peternakan Bulukumba bagi kelompok usaha mereka.

Salah seorang peternak ayam petelur asal Kelurahan Sapolohe, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, H Suwardi mengaku, sejak dirinya mendirikan usaha, Dinas Peternakan tak pernah memberi bimbingan dan pendampingan, hal itu juga dirasakan oleh peternak lainnya.

Bagi Haji Kardi, sapaan karibnya, selama menekuni ayam petelur, dirinya tidak pernah mendapat undangan dari Dinas Peternakan terkait sosialisasi dan tata cara beternak ayam petelur yang baik. Saat ini populasi ayamnya mencapai 2000 ekor, dan akan bertambah setiap tahun.

"Mestinya kita memperoleh pengetahuan minimal cara pemeliharaan dan peningkatan produktivitas ayam dari Dinas Peternakan. Apalagi jika mampu memediasi pembentukan asosiasi tersendiri. Tujuannya untuk mengetahui jumlah peternak dan populasi ayam, bahkan keseragaman harga pakan maupun telur serta membantu dalam pemasaran," ujarnya.

Dinas Peternakan, menurut Haji Kardi, diminta untuk aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pengusaha ternak agar lebih paham dan tidak menimbulkan kegagalan dalam usahanya.

"Kita berharap Dinas Peternakan ambil bagian khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan. Masa hanya di perusahaan kita mendapat pengetahuan cara-cara beternak ayam petelur, sementara di Dinas Peternakan tidak," katanya.

Hal yang sama dirasakan peternak asal Bulukumpa, Hardi. Selama dirinya mendirikan usaha, Dinas Peternakan belum melakukan pendampingan.

"Sampai saat ini, saya belum mendapatkan hal itu dan kami berharap peternakan hadir di tengah-tengah kita memberi pemahaman dan pendampingan. Jangan hanya hadir saat  telur ayam mahal, giliran dedak yang mahal mereka tidak turun kan yang dirugikan kami," ujarnya.

Kadis Peternakan Bulukumba Rustinah yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018) mengakui bahwa pendampingan terhadap pelaku usaha ayam petelur memang belum merata. Dinas Peternakan hanya memfokuskan pada peternakan sapi.

Rustinah bahkan mengaku, pendampingan hanya dilakukan bagi peternak ayam petelur yang populasinya di bawah 2000 ekor. Alasannya, karena di atas angka tersebut, usahanya tergolong besar.

"Selama ini kami hanya mendampingi yang kecil-kecil. Memberi pemahaman kepada mereka saat harga dedak naik apa misalnya hal yang harus dilakukan," ujarnya.

Dinas Peternakan, menurutnya, saat ini hanya fokus pada pengembangan sapi. Hal itu, menurutnya, sesuai dengan Permentan ditetapkan sebagai kawasan pengembangan sapi potong dengan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting.