Rabu, 17 Oktober 2018 21:45 WITA

Berkas Perkara Pembakaran Satu Keluarga di Tinumbu Bakal Dikembalikan

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Berkas Perkara Pembakaran Satu Keluarga di Tinumbu Bakal Dikembalikan
Pelaku pembakaran rumah di Tinumbu.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Makasar tengah mempelajari berkas perkara kasus pembunuhan di Jalan Tinumbu yang menewaskan Sanusi beserta lima orang keluarganya.

Ketua tim jaksa, Tabrani mengungkapkan bahwa berkas yang diterima dari penyidik reskrim Polrestabes Makassar itu tengah diteliti. Tabrani menyebut bahwa berkas yang diserahkan itu masih memiliki kekurangan.

"Kami masih mempelajari itu. Sepertinya masih ada sedikit kekurangan-kekurangan yang perlu dikoordinasikan dengan itu," ujar Tabrani saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).

Tabrani menambahkan bahwa saat ini pihaknya terus mempelajari berkas perkara itu agar kelengkapan berkas perkara tersangka yang masih dalam tahap I.

Sebelumnya, kasat reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan telah melimpahkan berkas perkara tiga tersangka pembunuhan di Jalan Tinumbu itu di Kejaksaan.

"Berkas sudah di jaksa tetapi belum P21," ujar Wirdhanto saat dikonfirmasi Rabu (17/10/2018). 

Namun, Wirdhanto belum menjelaskan penyebab berkas perkara itu dinyatakan belum lengkap. Ia cuma menegaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan tiga tersangka bersama barang buktinya ke Kejari Makassar bila P21.

Ketiga tersangka pembunuhan ialah, Muhammad Ilham alias Ilho (23), Zulkifly Amir alias Ramma (22) serta satu otak pembunuhan Akbar Daeng Ampuh yang juga merupakan narapidana kasus pembunuhan lainnya. Mereka membakar hidup-hidup Haji Sanusi bersama lima orang keluarganya.

Pihak keluarga korban sendiri masih meragukan jika hanya ada tiga orang yang dijadikan tersangka atas kematian keluarganya. Amiruddin, ayah dari Fahri (salah satu korban) juga meragukan jika keluarganya itu tewas hanya karena rumah mertuanya dibakar. 

"Tidak mungkin. Pasti ada kejadian sebelum dibakar. Saya ragukan kalau memang dibakar kenapa tidak ada satupun yang lolos menyelamatkan diri, padahal orang yang tinggal di dalam rumah itu kuat-kuat," kata Amiruddin beberapa hari setelah kematian keluarganya. 

Sejauh ini, polisi menyatakan tidak menemukan bukti-bukti yang dipikirkan oleh keluarga korban terkait meninggalnya enam orang di Jalan Tinumbu itu. Polisi juga tidak melakukan autopsi. 

Peristiwa pembakaran sendiri bermula karena Fahri diduga memiliki utang hasil penjualan narkoba kepada Akbar Dg Ampuh yang juga merupakan salah satu pengedar narkoba dari balik penjara Lapas Klas IA Makassar.