Rabu, 17 Oktober 2018 18:24 WITA

Siap Mundur dari Palu, Pasha: Kami Tidak Peduli Dihujat dan Dihina

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Siap Mundur dari Palu, Pasha: Kami Tidak Peduli Dihujat dan Dihina
Sigit Purnomo Syamsuddin Said saat bicara sambil meneteskan air mata. (Foto/Moh Qadri.

RAKYATKU.COM - Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha 'Ungu' mengaku siap mundur dari jabatannya jika di tidak mampu menyelesaikan persoalan pasca gempa dan tsunami.

Bahkan, Pasha tidak kuasa menahan haru hingga meneteskan air mata saat berbicara terkait bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda daerahnya pada 28 September 2018 itu. 

"Saya secara pribadi sebagai wakil wali kota kalau memang dianggap tidak maksimal menjalankan pemerintahan, saya tidak ada masalah, saya siap diturunkan atau mengundurkan diri," kata Sigit sembari meneteskan air mata di kantor DPRD Palu, Sulawesi tengah.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Pasha di sela skors Rapat Dengar Pendapat di kantor DPRD setempat untuk mewakili Wali Kota Palu Hidayat yang berhalangan hadir.

Menurutnya, kalau setelah peristiwa ini pascagempa masyarakat memintanya mundur, dirinya siap, meski demikian dia belum menyampaikan secara formal kepada Wali Kota Palu, Hidayat bagaimana tanggapanya nanti. 

"Kami tidak peduli dihujat, kami tidak mau pusing dihina sampai dikatakan tidak mampu, saya secara pribadi tanpa membawa unsur-unsur pemerintah berusaha bekerja.  Kalau setelah ini, saya (mundur), mungkin pak wali seperti apa nanti, bagaimana tanggap beliau, saya belum tahu," bebernya.

Vokalis band Ungu ini mengatakan, diawal pascagempa bantuan logistik  yang datang sangat terbatas, lalu bagaimana perasaan bila ada warga tidak mendapatkan bantuan itu sementara mereka korban membutuhkan bantuan.    

loading...

"Apalah artinya saat datang diawal-awal hanya satu truk, kira-kira bagaimana rasanya kalau anda berada disitu.  Boleh dikata aparatur pemerintah sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan," bebernya dengan bicara terbata-bata.

Pasha tidak mempersoalkan jabatan itu,  tapi bagaimana memberikan masyarakat itu bantuan agar bisa bangkit dari kondisi yang terjadi saat ini di Kota Palu, kendati aktifitas mulai berjalan namun belum normal sepenuhnya.    

"Saya kira itu bukan persoalan. Tapi hari ini bagimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober," tambahnya, dikutib laman Antara.

Rapat dengar pendapat yang akan membahas pemulihan kota serta anggaran bantuan kepada korban pascagempa diskors tanpa batas waktu sampai Wali Kota Palu, Hidayat hadir untuk memberi penjelasan penanganan bencana. 

Awalnya rapat dipimpin Ketua DPRD Palu,  Ishak Cae berlangsung alot sebab anggota dewan mengajukan interupsi  meminta wali kota hadir dalam rapat sesuai dengan kesepakatan awal hingga akhirnya anggota lain ikutan interupsi dan walk out meninggalkan ruang rapat. 

Di saat bersamaan sejumlah warga masuk di ruang rapat sambil membawa spanduk mosi tidak percaya dengan pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terkait dengan penanganan pascagempa yang dinilai lamban. Mereka meminta beberapa angota DPRD setempat bertanda tangan.

Loading...
Loading...