Rabu, 17 Oktober 2018 17:53 WITA

Tiga Petinggi Abu Tours Bacakan Eksepsi, Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Cermat

Penulis: Himawan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tiga Petinggi Abu Tours Bacakan Eksepsi, Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Cermat
Tiga petinggi Abu Tours mengikuti sidang lanjutan pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (17/10/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sidang pembacaan eksepsi untuk tiga petinggi Abu Tours kembali diwarnai dengan hujatan para agen dan jemaah yang merasa ditipu.

Tiga petinggi Abu Tours itu ialah, dua komisaris Abu Tours, Nursyariah Mansyur dan Khairuddin serta mantan direktur keuangan, Muhammad Kasim Sanusi. Ketiganya membacakan eksepsinya yang diwakili oleh penasihat hukum, Tri Metty Siboro di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (17/10/2018).

Eksepsi yang dibacakan Tri, kurang lebih mirip dengan eksepsi direktur utama Abu Tours Hamzah Mamba yang telah disidangkan lebih dulu. Namun setidaknya ada beberapa poin yang membedakan. 

Di antaranya ialah dalam poin D, tidak jelas uraian parameter harga standar yang digunakan jaksa penuntut umum. Selain itu dakwaan jaksa penuntut umum disebut tidak cermat saat menyebut tuduhan pengenaan harga di bawah standar Abu Tours untuk memperdaya jemaah. 

"Surat dakwaan tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap. Jaksa tidak menyebut parameter biaya perjalanan umrah yang menjadi standar dan digunakan sebagai referensi dalam menguraikan dakwaannya," kata Tri. 

Tri mengatakan, jaksa penuntut umum kurang cermat ketika menyebutkan harga standar biaya umrah direferensikan oleh Kementrian Agama RI, termasuk berapa biaya standar yang dikeluarkan oleh Kemenag dalam bentuk peraturan dan tahun berapa produk itu dikeluarkan. 

Selain itu, Tri mengaku jika memang harga promo di bawah standar yang menjadi pangkal 96.976 jemaah tidak diberangkatkan, mengapa jaksa hanya mendakwa kesalahan itu pada tahun 2018.

"Promo yang dilakukan Abu Tours dimulai sejak tahun 2015. JPU tidak sekalipun menguraikan adanya masalah terkait tidak-diberangkatkannya para jemaah umrah dari kurun waktu 2012 hingga 2017," imbuh Tri. 

Terkait hal ini, jaksa penuntut umum yang diwakili Tabrani mengaku akan membacakan tanggapan atas eksepsi tiga petinggi Abu Tours itu pada Rabu pekan depan. "Kami sudah siapkan pekan depan," kata Tabrani saat diwawancara. 

Pembacaan eksepsi oleh penasihat hukum ketiga petinggi Abu Tours menyisakan luka bagi jemaah yang menjadi korbannya. Berbondong-bondong jemaah yang hadir mengecam Abu Tours yang menyebut jika tidak jelas siapa yang menjadi korban atas tindakan penipuan itu. 

"Siapa yang tidak jelas? Kami disini hadir setiap hari karena uang kami hilang dan tidak tahu kemana. Jadi jangan sebut tidak jelas siapa korbannya," kata salah seorang jemaah dengan nada emosi.