Rabu, 17 Oktober 2018 17:21 WITA

NA Sayangkan Status Bocah Korban Pencabulan Tidak Masuk List Pengungsi Pemprov

Penulis: Nur Izzati
Editor: Andi Chaerul Fadli
NA Sayangkan Status Bocah Korban Pencabulan Tidak Masuk List Pengungsi Pemprov

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus pencabulan terhadap bocah perempuan inisial HS (7) yang dilakukan seorang pemuda inisial MK (14) terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

HS yang merupakan korban gempa Palu ini dicabuli oleh pelaku di area pengungsian, di kompleks Perumahan BTN Bumi Permata Sudiang 1, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Selasa lalu.

Untuk menghilangkan trauma korban, saat ini, HS telah berada di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar. 

Sementara pelaku terancam dipidana minimal 5 tahun penjara atau maksimal 15 tahun penjara. Namun karena masih di bawah umur maka akan dilakukan pendampingan.

Menanggapi kasus itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyayangkan status SH yang tidak masuk dalam daftar pengungsi pemprov Sulsel.

"Jadi begini, yang kita jamin itu yang kita jemput, kita bawa ke asrama haji atau rumah sakit. Itu yang masuk list kita. Sementara itu (HS) di luar list kita," kata Nurdin, Rabu (17/10/2018).

Ia pun mengimbau, agar pengungsi dari Palu dan Donggala yang masuk ke Sulsel supaya terdaftar oleh Pemprov Sulsel.

"Bagaimana mau dijamin, kalau kita tidak tahu dia masuk dari mana, tinggal dimana. Teknologi secanggih apapun tidak bisa didektisi kalau dia datang sendiri. Pengungsi yang resmi masuk kita ada datanya, setelah dari RS, dia kemana, kita punya datanya. Jadi yang itu (HS) diluar kontrol kita," terangnya.

Ia menyebut, sudah hampir 15 ribu pengungsi yang masuk dalam list pemprov. 3000 diantaranya berada di Soppeng. Pengungsi disana berada dalam pengawasan pemda setempat. 

"Jadi, tolong, pengungsi yang masuk di Sulsel supaya terdaftar, karena semua dijamin, mulai dari makanan, keamanan dan kesehatan," katanya.

Ia menambahkan, saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemda di wilayah Sulsel, terkait langkah kedepan untuk menangani ribuan pengungsi dari Sulteng.

"Kita bahas bagaimana menanggung para korban, langkah-langkah apa yang harus diambil, tentu ini harus terus dikoordinasikan dengan pemda setempat," pungkasnya.